Tuesday, September 16, 2008

Birth of "Rectoverso"


Setiap karya adalah anak jiwa. Dan pada tanggal 3 September 2008 lalu, saya baru saja resmi “melahirkan” sepasang “bayi kembar” bernama RECTOVERSO.

Inilah karya pertama saya yang mampu menghadirkan kedua wajah saya sekaligus: musik dan fiksi, album dan buku, Dee yang menulis dan Dewi Lestari yang bermusik.

Rectoverso juga merupakan karya hibrida pertama di Indonesia yang memadukan kedua dunia tadi menjadi satu karya yang utuh meski terpisah secara wujud. Karena itulah, Rectoverso bukan sekadar karya, melainkan sebuah pengalaman. Dalam pengalaman Rectoverso, fiksi dan musik saling bercermin, melengkapi, dan menggenapkan.

Ke tangan Anda, saya persembahkan: 11 Lagu. 11 Kisah. 11 langkah untuk menelusuri lorong hati lebih jauh lagi. Saya ajak Anda untuk melangkah bersama. Alami Rectoverso. Dan sesudah itu, kiranya Anda sudi berbagi catatan pendek tentang perjalanan Anda menyelami karya ini. Terima kasih saya dari hati yang terdalam.

Berikut beberapa sharing pengalaman dari sahabat-sahabat saya yang sudah mencicipi Rectoverso. Saya undang Anda untuk turut berbagi. Dan sekali lagi, terima kasih atas kata, air mata, dan izinnya.

Andrea Hirata (Penulis):

Daya tarik unik tulisan Dee adalah ia selalu menghormati intelektualitas pembaca.

Sitta Karina Rachmidiharja (Penulis):
Memaknai Rectoverso (melalui mata dan telinga) adalah kegiatan menggugah nurani sekaligus meneduhkan jiwa. Ilustrasi rintikan hujan, kilauan cahaya, tunas-tunas muda yang baru tumbuh, dan pucuk dandelion yang beterbangan... kesemua itu bukannya tanpa arti, karena Dee mengajak kita mengolah otak dan hati secara bersamaan dengan kemampuannya yang masif dalam mengurai kata, kiasan, serta metafora yang tidak hanya indah dan cerkas namun juga intim.

Riry Silalahi (Gitaris “She”):

Sekarang dua lagu dari Rectoverso menjadi RBT gue, hehe. Sejak dengar album itu, gue nulis lagu yang gue mau, yang menurut gue indah. Nggak melulu industri. So, thank you for that.

Goenawan Mohamad (Penulis, Kolumnis):
Di balik bentuk dan desain buku ini yang mungkin teramat “ngepop”, Dee bercerita dengan kejernihan dan kelembutan yang memukau. Kisah-kisahnya (“Malaikat Juga Tahu”, “Firasat”) adalah empati yang, tanpa berlebihan, menjangkau ke dalam hidup mereka yang mencintai dan tak berdaya. Bagi saya, cerita-cerita ini karya Dee yang terbaik: matang tapi tetap dengan rasa yang murni, sederhana tapi menampilkan apa yang luar biasa dari permukaan yang biasa.


Richard Oh (Penulis):

Dari buku ke buku, Dee membuktikan diri sebagai penulis yang semakin mapan dalam eksplorasi gaya bahasa dan memancangkan penguasaannya di wilayah kisah-kisah bermakna spiritualitas.

Seno Gumira Ajidarma (Penulis):

Rectoverso seperti puisi dalam sebelas bagian, ketika bukan alur maupun cerita yang penting melainkan nuansa bahasa dan suasana hati penuturnya berbicara. Menurut pengamatan sekilas saya, Rectoverso adalah lompatan dari buku-buku Dee sebelumnya. Karya ini membuat kita menghargai, menghormati, dan menikmati dunia personal.

Titi DJ (Penyanyi):

Ada sensasi baru! Saya nikmati benar sensasinya, karena pada saat yang bersamaan mata saya – yang membaca novelnya, dan kuping saya – yang mendengar albumnya, berkolaborasi dengan manisnya untuk mengenyangkan “lapar dan haus” saya akan karya Dee.

Melaney Ricardo (Penyiar Trax FM, Presenter, MC):
Ibarat shampoo, Rectoverso is 2 in 1. So you really got to have it both. Sebagai orang yang awam akan kesusastraan, buku “Rectoverso” menurut gua adalah karya Dee yang lebih ‘manusiawi’. Meaning, lebih ringan terutama buat orang yang nggak betah baca sesuatu yang terlalu tebal kayak gue. Isinya cerpen-cerpen singkat tapi tetap sarat makna. And that happens to be SOOO DEEE, hehehe. Dan albumnya, hmm, what can I say… she is the jargon maker after Rihanaa with that ‘ela-ela’ thingy. Coz suddenly everybody start saying ‘malaikat juga tahu aku yang jadi juaranya’ either for their status in Facebook or even put it in their daily conversation (lol). It’s really a hit!

Ninit Yunita (Penulis, Blogger):

Rectoverso, karya yang indah dari Dee. Membuat saya ketagihan untuk berulang membacanya. Indah dan begitu mudah menyentuh jiwa. Demikian juga ketika mendengar musiknya. Dee selalu, secara natural, dengan mudah membuat pembaca jatuh cinta dengan karya-karyanya. I love Rectoverso!

Deddy Nur (Sutradara, Artist Manager):
Aku selalu angkat topi buat seorang Dewi Lestari yang menciptakan maha karya yang begitu indah. Seakan kita hanyut dalam buaian kata yang seolah kita sendiri yang mengalami lembar demi lembar, apalagi Dewi Lestari tak berhenti sampai di sana. Ia menginspirasikannya lagi dengan lagu-lagu bersyair dan bermelodi yang indah. Aku sebagai teman hanya bisa berucap: “Kamu yang jadi juaranya.”

Calvin Michel (Blogger):
Agak sulit mendeskripsikan warna musik pada album ini selain “menenangkan”, karena ada campuran pop, jazz, elektronika, ambient, orkestra, etc. Yang pasti semuanya dikemas dengan rapi dan membuat musik-musik di album ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai musik santai dan melepas lelah. Album ini mirip seperti musik-musik lounge yang memberikan efek relaks bagi pendengarnya.
Lima track yang paling saya sukai dalam album ini adalah “Curhat Untuk Sahabat”, “Malaikat Juga Tahu”, “Aku Ada”, “Cicak di Dinding” dan “Tidur”.
Akhir kata, saya mengucapkan selamat kepada mbak Dewi Lestari dengan perilisan karya artistik ini, yang bisa berdiri sendiri namun merupakan satu kesatuan. Anda bisa menyentuh orang lain melalui tulisan, nyanyian dan kedua-duanya.

* See Republik Babi for a complete review.

Fahd Jibran (Penulis, Blogger):
Rectoverso mungkin hanya menuliskan kisah-kisah sederhana, tapi kesederhanaan itulah yang membuatnya tidak berjarak dengan para pembacanya. Seperti saya yang menikmati “Selamat Ulang Tahun” sebagai refleksi dari kisah malam ulang tahun saya sendiri—yang benar-benar pernah saya alami dalam kenyataan. Benar-benar terasa, benar-benar dekat. Setelah menyelesaikan kisahnya, saya mendengarkan lagunya, dan: gelombang itu datang, seperti ombak yang memeluk erat mata kaki kita, mengajak kita berlepas dari gigir pantai, menuju laut untuk menyelami kedalaman maknanya, mabuk laut kata-katanya.
Hibridasi lagu dan kisahnya telah benar-benar menjadi Rectoverso yang me-rectoverso. Lagu dan kisahnya tidak hanya saling bercermin dalam kedalaman maknanya, tapi juga saling bercermin bahkan di wajah terluar mereka. Rectoverso dalam komposisi 11:11, membuat saya tahu bahwa berkomunikasi dengannya adalah menghilangkan pembatasnya, melebur dengannya: satu-satu bacalah kisahnya, satu-satu resapilah maknanya.
Kritik saya sederhana saja, untuk buku yang masuk jadwal beli saya di akhir bulan menjelang Lebaran. Harganya membuat saya kesulitan mencarikan budget yang tepat dan memadai. Apalagi, untuk mahasiswa yang harus mudik seperti saya, harganya agak mengganggu kenyamanan dompet saya. :) Soal bukunya, ada beberapa gambar/image dan foto yang bagi saya kurang ‘berbunyi’… Entah kenapa…
Akhirnya, kali ini aku mengucapkannya tidak seperti perpisahan, bukan juga perjumpaan, melainkan sebuah kesadaran (Aku Ada, hal. 36). Di atas semua itu, saya mesti mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk kehadiran Rectoverso di ruang baca saya, dan tentu saja, angkat topi untuk ibu yang melahirkannya.

* See Ruang Tengah for a complete review.

Saraswaty (Blogger):

Cerita-cerita di Rectoverso bisa diibaratkan seperti sosok-sosok sekitar kita yang biasa dimunculkan di film. Ibu, Pecinta, Pemurung, Pekerja, Gadis Biasa, Orang-orang yang Kehilangan.
Tapi, pemeran yang menghidupkan sosok-sosok ini melakukan PR-nya dengan sangat baik. Pemeran utama ini seperti telah melakukan observasinya selama beberapa tahun. Dia mengerti perasaan Ibu yang memiliki cinta yang luar biasa, kemudian berpindah menjadi seorang pecinta akut di beberapa kisah, kemudian kembali menghayati perasaan gadis biasa yang menolak untuk menjadi luar biasa. Kemudian, saya sadar… bukankah itu semua cerita yang ada di sekitar kita? Bukankah itu kita?
11 Lagu 11 Kisah. Saya membaca Rectoverso seperti cara makan Oreo, diputer (mendengarkan intro lagu), dijilat (mulai membaca cerita + pause lagunya), trus dicelupin (setelah dibaca setengahnya, lagu baru dimulai lagi). Hehe, 11 kali juga saya mengalami perasaan “pertama ga ngerti liriknya soal apa, lalu tiba-tiba senyum-senyum sendiri karena akhirnya merasa menemukan arti dan kaitan lirik dan cerita.”
Jadi, buat yang belum mengenal Rectoverso… dengar fiksinya, baca musiknya, dan rangkullah keduanya dengan hati.

* See Saraswaty for a complete review.

Jay Subiyakto (Seniman):
Kombinasi indah antara literatur dan musik yang merangsang visual. Tapi liriknya membuat saya sedih. Selamat, Dee!

Happy Salma (Aktris, Penulis):
Lagu-lagunya nempel di kepala dan… mmm… ceritanya membuat kita lebih dekat secara emosional dengan sang penulis.

Jo Priastana (Jurnalis):
“Peluk” – Rectoverso: Adakah kebahagiaan dan ketidakbahagiaan itu satu adanya? Dan hanya ilusi waktu yang memisahkannya karena rasa bahagia itu nyatanya hanya bentukan dari identifikasi dengan kondisi yang rentan perubahan. Mungkin dengan terhubungkan diri kepada yang tak terwujudkan dan mengizinkan pudarnya apa yang telah terbentuk di situlah terdapat ketenteraman dan kedamaian. Rectoverso is Dewi’s celebration of life!

Daniel Ziv (Penulis):
Menikmati alunan musik Rectoverso seketika membangkitkan keindahan, kecerdasan, dan kesejukan. Orisinalitas karya ini begitu mencuat di tengah lansekap musik Indonesia yang tertebak dan cenderung ‘ikut-ikutan’. Rectoverso adalah kombinasi dari visi yang konsisten, bakat yang unik, dan kerja keras.

Nanda (Senior Marketing):

Jika diizinkan aku pingin kasih opini dari 2 sisi, selaras dengan Rectoverso sendiri (hehe, ikut-ikutan). Opini pertama adalah dari keseluruhan paket yang kuterima. ‘Love the design, colors, and drawings. Especially the photographs of rain in “Firasat”. It succesfully touches my heart through my eyes. I like most of the stories, esp. “Curhat Buat Sahabat”, “Aku Ada”, dan “Back To Heaven’s Light”. Basically, semua cerita ini bagaikan alter ego Dee. Berbeda tapi satu nyawa. Dan tiap membaca suatu cerita, aku selalu mencium aroma Dee di mana-mana.

Jenny Jusuf (Penulis, Blogger):
Rectoverso berulangkali membuat saya jatuh cinta. Menangis. Tertawa. Merenung. Terdiam dalam hening. Terhanyut di dalamnya hingga kata-kata kehilangan makna. Sebelas kisah di dalamnya tak membosankan untuk dibaca berulang-ulang, dan sebelas lagunya telah sukses menjadikan saya pecandu dalam beberapa hari saja. Merasa hidup tak lengkap jika tak menyetelnya begitu bangun tidur dan mendengarkannya hingga mata siap menutup. Mungkin ilustrasi yang cukup pas untuk menggambarkan sensasi yang muncul dari pengalaman membaca dan mendengarkan Rectoverso adalah bagai menaiki rollercoaster yang bergerak lambat. Merasakan energi dan adrenalin terstimulasi, terpompa dan termanifestasi dalam berbagai wujud. Terus bergerak naik-turun tanpa perlu membangkitkan bulu roma. Atau seperti mengonsumsi narkoba dalam jumlah sedikit namun rutin. Rasa yang diberikannya membuat hati terus menagih untuk menikmati lebih dan lebih lagi. Jika Supernova adalah virus, maka Rectoverso bagi saya adalah zat adiktif. Candu bagi jiwa. Racun yang tak butuh penawar. Suplemen hati yang bebas dikonsumsi sepuasnya tanpa khawatir overdosis. Selamat, Mbak Dee. Sayang saya hanya punya empat jempol. :-)
* See Simple Pieces for a complete review.

Larasati Silalahi (Penyiar Hard Rock FM):

Kalau boleh memberi pendapat pribadi, “Rectoverso” bisa jadi obat untuk orang-orang yang selalu mengklaim dirinya ‘logis’, bahkan dalam urusan yang menyangkut perasaan, seperti cinta. Kadang-kadang, tidak ada gunanya menjadi sok kuat dan tidak memakai hati. Kadang-kadang memang firasat kita harus lebih main daripada logika. Kadang-kadang kita lebih baik mempercayai apa yang tidak bisa dilihat. Kadang-kadang kita memang harus berhenti mencari kalau semata hanya ingin mengerti. Buat apa memakai (hanya) logika kalau tubuh, jiwa, dan roh tidak sinkron? Keindahan “Rectoverso” juga terletak pada fakta hibrida-nya, karya ini lebih baik dinikmati bersamaan. Karena kalau tidak, kita bisa tersesat dalam pemikiran atau asumsi sendiri. Sebut saja lagu “Malaikat Juga Tahu”, setelah single-nya diputar di banyak radio ibukota (termasuk di Hard Rock FM :-)), banyak penikmat musik Dewi Dee Lestari yang sibuk menerka cerita di balik lirik yang sangat jujur itu, tidak sedikit juga yang mengirimkan e-mail dan sms ke gw untuk berdiskusi. Namun gw yakin, ketika kita membaca bukunya, semua imajinasi pribadi langsung luntur sesaat. Gw suka kutipan kalimat Dewi Dee Lestari pada cerita “Grow A Day Older”, “A perfect chocolate bar should be bitter sweet, not all sweet, and certainly not all bitter, for then you lose all the fun.” Itulah kehidupan, itulah cinta. Ada pahit dan manis, gelap dan terang, siang dan malam, hidup dan mati, dan seterusnya. Itulah “Rectoverso”, bukan untuk dimengerti, tapi untuk dinikmati.
* See Larasati Silalahi for a complete review.

Stella (Blogger):

Membaca sebelas cerita tersebut memberikan saya pengalaman emosional yang beragam dalam satu trip. Terkadang membawa saya membumbung setinggi awan, terkadang menghempaskan saya ke bawah dengan cepat. Buku ini di genggaman saya terasa seperti bar pengaman yang masih menghubungkan saya dengan dunia nyata. Jika harus memilih, saya akan memilih 'Peluk' sebagai cerita favorit. Saya cukup yakin cerita itu berbicara mewakili banyak insan. Menakjubkan bagaimana Dee berhasil merangkum jeritan dan tangisan hati dalam simfoni kata-kata, yang indah namun tidak picisan. Every word fits one another perfectly. Dan efek gambar serta foto yang mengikuti di akhir cerita, telah berhasil membunuh saya detik itu. Memaksa saya untuk melepas genggaman tangan dari bar pengaman dan ikut menghilang sejenak. Mempersiapkan hati untuk menghadapi kenyataan. Even if all my fingers are thumbs, i still need to borrow another thumbs.
Thanks Dee! Congratulations!

* See Konnyaku for a complete review

Riko (Musisi, Gitaris "Mocca")
Merasakan (membaca dan mendengar) Rectoverso seperti bercermin. Banyak potongan puzzle saya yang bertaburan di dalamnya. Sedikit nggak percaya ternyata embrio Rectoverso ini dari lagu "Hanya Isyarat", yang dulu kita olah dengan penuh keterbatasan. Saat melihat semuanya tumbuh dengan sempurna menjadi satu "gift" yang besar buat saya pribadi. Satu paket sempurna yang harus dibagi dan dirasakan for your loved ones.

Sitok Srengenge (Sastrawan)

Kisah-kisah dalam Rectoverso ini semakin meneguhkan keyakinanku: Dee adalah seorang di antara sedikit penulis Indonesia yang tak hanya cerdas, tapi juga piawai bercerita dengan tema-tema unik serta bahasa yang segar, energik, dan otentik. Setiap karya yang dihasilkannya memberi sumbangan berharga bagi khazanah sastra kita.

Sarah Sechan (MC, Presenter)

Brilliant piece of work! Love it! Mau nangis baca cerita "Malaikat Juga Tahu", maybe because I'm a mother. Ngebayangin si Abang itu kehilangan, pilu bangeeeeet! Gue juga suka cerita "Peluk". Gue ngebayangin pada satu saat nanti harus pisah dengan seseorang, apakah gue punya kekuatan seperti itu; menyampaikan perasaan gue tanpa banyak omong, cukup dengan pelukan... edan. "Firasat" is also a favourite. Ah, semuanya, deh... gua suka semuaaaaa!!! Kau heibaaaaat!!!

Alex Sriewijono (Psikolog, Presenter TV):
Halaman terakhir Rectoverso baru saja kutuntaskan. Melihat orang yang lalu lalang dengan kacamata Rectoverso; kisah di belakang langkah yang bergegas, harapan di antara lontaran gumaman, dan isyarat di dalam rongga retina mata yang menatap. Bukumu tak berujung dan juga tak berakhir, seperti mengalirnya hidup bersiklus. Bukumu bisa terasa dengan dan tanpa penokohan, karena siapa pun bisa menjadi tokoh dan “people behind the screen” untuk setiap penggalan episode cerita kehidupan. “Punggung ayam” dan “air hujan” tetap tak beranjak dari ruang pikirku walau sampul belakang tidak menyisakan kata lagi untuk dinikmati.

Gery (Penyiar Female FM, MC):
Terima kasih aku dikasih kesempatan untuk bisa dengar setiap huruf di dalamnya, membaca setiap melodi senandungnya, juga melihat bau birnya. Karena kamu betul, akhirnya yang tertinggal pada kita adalah bahasa rasa. Sunyi tapi ramai, diam tapi bergerak, harum tapi terang, jatuh tapi melambung. Selamat buat Hidup yang ada di tiada. That is you, Dee!

Iwet (Penyiar Hardrock FM, MC):

Suka gaya penulisannya, suka cerita-ceritanya, dan menurutku, memang harus beli dua-duanya. Lengkap banget rasa yang ada di dalam Rectoverso itu. Aku ibaratkan, Rectoverso ini kopi susu. Ada yang suka kopi aja, ada yang suka susu aja, tapi kalo mau ngerasain yang pol, campurin deh dua-duanya. Rasanya jadi sangat kaya sekali.

Sulung (Manajer Artis):
Dee… gila ya loooo, bikin gua nangis mulai kemarin. Menangkap esensinya Rectoverso nggak boleh pakai otak tapi harus pakai hati. Ada keindahan di balik penderitaan, ada kegembiraan di balik penderitaan, semuanya ada dua sisi. Menurut gua, Rectoverso ini one the best albums and books this year. Dee nulisnya dari hati yang terdalam.

Temi (Penyiar Sky FM):

"Rectoverso membuat saya bisa lebih mengapresiasi cinta, menghargai perbedaan dan menerima kenyataan, dengan begitu kita lebih bisa memaknai hidup."

Shanty (Penyanyi):

Cuma satu kata: JUARA!!

Andi Rianto (Musisi):

Hiks… aku menitikkan air mata mendengarkan Rectoverso… Thank you so much for letting me be a part of this.

* Entry ini akan terus diperbarui seiring dengan komentar/review yang masuk.

151 komentar:

Magnificent Meita said...

Wow...Good job. Congrat. I adore you Dee. Good luck. Wish U all the best

didut said...

ke TKP :D

BTW anu itu supernovanya kapan lagi muncul?!? sudah kangen

kesan pertama site rectoverso...tidak ramah dengan bandwith :D

dan dewilestari.comnya kok malah belon mucul?!?

maap kalo cerewet :P

eva said...

wah! selamat mbak dee.. dimanakah saya bisa mendapatkannya? bisa beli online ga yah? -ngarep-

skali lagi selamat atas karya terbarunya :-)

btw, Perahu Kertas jadi naek cetak juga kan?

WeHa said...

Kyaaa!!!! Beli beli!!!!

*mecahin celengan*
*ngibrit ke toko*

Dahlia said...

Perlu extra usaha nih buat dptin paket edisi khusus ini... Dari 10 sep uda niat mau pesan online tetapi failed krn tiba2 web-nya ke suspend.. Trus akhirnya bisa pesan online 11 sep dan bayar lgsg ke rekening tp s/d sekrg 16 sep paketnya msh belum diterima... hiks...hiks..hiks...

Fax, email & telp ke customer service udah dilakukan lbh dr 1x but still..... (*sigh..)

Itulah curahan hati pre-reading..
Semoga semuanya hidup berbahagia..

Vandij! said...

Baruuu aja nyampe meja gue! Yay!! :)

Malam ini, aku akan 'menyantapnya' di Chili's Sarinah, lengkap dengan segelas besar margarita.

Heaven! :)

ade muhammad wantoro said...

sebagai media penyedia informasi project (& tentunya proosi..hehe2u), situs RV kurang friedly..khusunya di aksesbilitas & kemudahan kontrol..tapi apapun itu, selamat atas karya barunya dee....

Nike said...

Kok punya saya blum juga nyampe ya Mbak?
Punya temen-temen juga. Lama dikirimnya, ga ada konfirmasi lagi.

Anonymous said...

Benar-benar pengalaman baru...

Sebuah lagu menjadi lbh bermakna dengan kisah dibalikknya. Klo bisa di lakonkan cerpennya sblm lagunya di putar di radio misalnya.. pasti akan jauh lebih dinikmati dan dihayati pendengarnya...

Paling suka "Aku Ada" cerpen + ceritanya. Lagu "Hanya Isyarat" belum ngerti untuk menikmati :)

Selamat atas karyanya yg unik dan mencerahkan...

Shi

Foenadi said...

Situs recto verso mantap sekali, desainnya elegan, sangat userfriendly, info2nya lengkap dan memudahkan pemesanan. Cocok sebagai media promo karya berikut2nya.
Perpaduan karya “made in Indonesian” yang unik, tidak ada duanya. Selamat.

eli said...

Mbak dee selamat ya...jadi penasaran sama keduanya...bisa aku dapat dimana ya mbak?

wisangkala said...

iya nih...
masih nunggu...
senin kemarin (15/9)
ditelfon CSnya bilang
dikirim hari selasa (16/9)
semoga ~paling engga~ hari ini (17/9)
sampai ya...

tomz said...

saya udah dapet rectoverso. baru sempet denger album, bukunya buat dilahap weekend aja. saya kebayang capeknya tanda tangan di semua buku dan album yang dipesen hehe...

so far albumnya bagus, sentuhan orkestra berhasil membuat megah. beberapa lagu mulai akrab di kuping karena udah masuk playlist mp3 player.

btw, saya penasaran apakah supernova masih akan dilanjutkan setelah kpbj, akar dan petir? please dijawab ya dee...

oh ya, apakah ada rencana bedah buku campus to campus ato mall to mall? i guess banyak pembaca yang pengen berdiskusi dan berbagi pikiran tentang karya2 dee.

cheers!

indri said...

beli nya dimana bu?bisa beli online kan?

aDe said...

Mba Dee, aku dah trima RectoVerso-nya hari Senin lalu. Seneng banget, langsung baca dan dengerin. Benar-benar sentuh ahti dari dua sisi.
Oia, aku boleh kasih masukan ya, ada beberapa halaman yang miring dan terlipat (kurang rapi aja). Trus di CD-nya lembar lyric, credit title (apa ya namanya :D)spacenya terlalu pas, sehingga ketika dimasukkan lagi harus hati-hati n makan waktu. Gmana kalo spacenya dilebarin beberapa mili lagi?.
Tapi overall. AKU SUKA BANGET... trutama yg Cicak di Dinding.

You Rock Mba, Oia tahun ini ikutan UWRF lagi tak? aku pengen foto bareng lagi sama Mba...

Love,
-aDe-

helmy puspa said...

Selamat!! bisa beli dimana nih..?

anu said...

dee, udah ada blom di toko buku & kaset? saya ga bisa beli online karena kebetulan saya ga bisa transfer bca..

pengintai bintang said...

aku suka banget filosofi kopi..
Tapi mudah-mudahan rectoverso tidak mengecewakan seperti usai membaca Petir...

ina said...

sudah pesan..sudah pesaaaaaaaaaaaan...senaaaaaaaaaaaang...

tapi masih penasaran..congrats ya mbak dee....
love you and all of your creation soooooo muchhhhhh....

eh ya...supernovanya kapaaaan....penasaran sama keenan..

imamwahyudi.com said...

Confirmed to buy ;-)
Mohon dimaafkan atas komentar-komentar terakhir yang setelah dibaca lagi agak terlalu berlebihan.
Mungkin sedikit terdorong keinginan numpang beken. Hihihi, banyak yang merasa sepertinya ;-p

Congrats for Rectoverso
Btw, itu Supernova niat dilanjut gak sih ??? Kok disekip terus dengan buku lain...

Journals said...

aku mau beliiii.....

Kiyohira Ebina said...

Baru mengerti, berharap segera menikmati... berkarya terus!!!

sariii said...

pas denger album ini, ga kerasa tiba2 mata berembun n air mata ngalir.

makasih untuk lagu2nya :)

hari Lazuardi said...

melukiskan keindahan versi rasa
bernafas seperti malaikat
disanalah ruang awal tempat segalanya bermula...
bermula untuk menjatuhkan sebuah tetes Recto Verso...

Anonymous said...

Mbak Dee..
di toko buku seperti "Gramedia" de el el udah ada belom ??
Atau harus beli online, kalau online dimana beli-nya?

trus Supernova-nya kapan lagi nih muncul... thx /(^.^)/

tan_intan said...

aku uda bacaaa.. (blom semua sih..hihi..) yang pasti kereeennn!! fiksinya, lagunya, grafisnya.. websitenya juga keren! semuanya keren dah.. nice work mba Dee.. bener2 gak ngecewain!

konnyaku said...

i got the book today from my dad.thanks! :D

Dewi Lestari said...

Rectoverso sudah bisa kamu dapatkan. Pembelian secara terpisah bisa dilakukan di outlet-outlet konvensional, artitnya: bukunya di buku dan albumnya di toko musik. Pembelian satu paket hanya bisa didapatkan di website secara on-line di www.rectoverso.com. Sekarang ini album Rectoverso sudah bisa didapatkan di toko-toko musik. Bukunya masih dalam tahap pemerataan distribusi, tapi sudah bisa didapatkan di beberapa toko, informasi outletnya bisa hubungi ke 081-22141015 (Yeni). Khusus untuk pembelian lewat situs mendapatkan harga khusus, signature, goodie bag, stiker, dan poster.

Thank you!
~ D ~

PS. Thank you juga untuk yang sudah sharing pengalamannya. Nanti akan saya cantumkan di entry yaa... :)

andi said...

saya tidak akan berani menanyakan, "kapan supernova baru terbit lagi? kapan, mba? kapan? kapan?"
ngga. saya ngga akan mengajukan pertanyaan yang sering dilontarkan banyak orang itu.
tapi yang mau saya tanyakan adalah, "di mana launching supernova? di mana, mba? di mana?"
i love your new song. i hope i'll enjoy the book (soon)..

nanda aja said...

Bagus!!!

1. Karena memilih warna hijau...hehehe
2. Karena bikin penasaran,, lagu menginspirasi buku or buku menginspirasi lagu??? nada2nya pas!!
3. Karena isinya dalem...bikin mikir...tapi gak bikin sakit kepala...

About Supernova...
Beneran gak sabar...kayak gimana ya kalo akhirnya Elektra ketemu sama Bodhi?? Pengen ikutan mejeng deh ngliatin mereka ngobrol...xixixi

m i S S i S S m a said...

Dee..,, saya setuju..

saya juga cuma pengen orang yang biasa-biasa aja, tapi bisa selalu ada saat asma saya kambuh, dengan segelas air putih hangat yang jauh lebih menyembuhkan dari apapun.. :-)

caramu menulis itu..seolah menangkap keluhan manusia-manusia di dunia lalu menyuarakan semuanya..

salute..

Meeya said...

mantap! lagunya yang sama arina bener2 bagus mbak :), tapi sayang udah ada bajakannya aja :(

oiyaa mbak dewi,,kalau lagi sempet,tolong baca ini ya.
http://saraswaty.com/2008/09/17/dewi-lestari/#content

cipu said...

Cipu udah beli buku dan CD nya lengkap dengan tanda tangan Dee di depan. (Tersenyum jumawa mode: ON). Saya juga sudah promosi bukunya di blog ku. Hehehehe. Keep on writing till the end.

Anonymous said...

Dear Dewi,

Kita baru dapet bukunya kemaren malem. I read a couple of stories...very nicely written...grafis-nya OMG...kereeeennnnn!!! Every individual sentence on an almost empty page is so powerful to end a story.

I'm so thankful that "pria bersuara malaikat" can be a part of your project. I'm so proud of him :) I saw him smiling all the time everytime he saw his name on the credit list...what a narcissist...LOL!!!

Anywayyzzz...keep up the good work, girl!!!

-linda-

lolita said...

jadi pengen dibaca dan dikomentari tulisannya sama dee,, boleh

Dewi Lestari said...

Hi Linda, you must be Victor's better half, ya? :) Wah, nice to know you here.
Salam hangat untuk pria bersuara malaikat yang lagi sering senyum2 sendiri itu ya... haha...
I'm glad that you love the RV twins.

Take care,
~ D ~

konnyaku said...

i've done my 'homework'
please visit my blog :D
thanks.

-stella

Rima's Historia said...

Cant wait to read ur book lady!!!

-JJ- 黄天龙 said...

aduuuhh pengen banget baca buku dan denger album nya. pengen cepet2 balik indo jadinya. =(
kalo order online gitu harus dari indo yah mbak dee? gaq bisa dari luar? gaq sabar banget nih. T.T

Jenny Jusuf said...

I'm at lost of words.

Lepas dari predikat 'Ratu Mellow' yang setia nempel sama saya, Rectoverso sukses membuat saya banjir air mata, bukan karena lirik yang cengeng atau melodi yang mendayu-dayu, tapi karena setiap kisah dan lagunya memuat pesan yang indah dan ngena di hati. Menyentuh dengan cara yang unik dan bikin 'nyandu'.

*Ga puas review di blog, komen juga di sindang*

;-)

abby said...

read the written version, nggak sengaja nemu waktu jalan ke togamas.

brilliant.. nggak bisa berenti sampe abis. malaikat juga tahu bikin saya berkaca-kaca.

nyari cd-nya nggak dapet dapet.. ke toko cd diatas gubuk pizza di jalan dago, si mas-nya malah sepertinya nggak tau Dewi lestari itu siapa. harus pesen online ya?

ah..

kalo ada acara bedah buku, ke unpad ya.. ja-ti-na-ngor.. yang panas itu..

anastasia said...

krikkk krikkk,berhubung terpisah dgn dunia luar **halahhh** br tau ada rectoverso, alrite im gonna buy it n pretty sure it's as good as most people said.

Anonymous said...

mbak kalo mau beli buku itu dimana?udah ada di Gramedia?

Dewi Lestari said...

Untuk Anonymous, sayang kamu tidak mencantumkan kamu tinggal di kota apa. Setahu saya, di Gramedia Jawa Barat sudah ada. Untuk Jakarta, yang saya tahu pasti adalah Gramedia PIM. Toko lain yang sudah masuk antara lain: Gunung Agung dan Togamas.

Untuk Abby, maksudnya Disc Tarra ya? seharusnya sudah masuk. Karena di Disc Tarra lainnya setahu saya sudah ada. Coba di Aquarius. Atau kalau kamu ingin yang pasti ada dan ber-TTD, bisa pesan online di www.dee-rectoverso.com.

~ D ~

IMETH said...

Mbak Dewi,
selamat atas proyeknya.
Semoga semakin produktif.
Boleh gak blognya saya link ke blog saya?
salam kenal.

sukhi hotu,
Meity

Indonesian Linguist said...

Untuk anonim, di TGA Senayan City udah ada, walaupun saya lebih menyarankan pesan online. Hihihi. Selain lebih murah, dapat tandatangan mbak Dee pula. Makasih ya, mbak! :)

Ben said...

Congrats! Baru tahu udah dirilis resmi via pengumuman di sini :)

*jah.. email saya blon dibalas...*

snydez said...

saya baru nulis yang CD, yang buku belom baca :P

C i n T a P o P i a * said...

I can't wait to get my hands on this dynamic duo! Saya sudah jadi pengagum Dee dari Supernova series and of course Filosofi Kopi. I must say, every word you wrote sank deep. It's like, setiap kata bener2 ada hati di situ. As Laras would say, bukan untuk dimengerti - tapi untuk dinikmati :)

Dan saya gak sabar untuk bisa menikmati dan diobrak abrik oleh yang satu ini! Ada yang bisa kirim ke Perth? :P

Meeya said...

Baru selesai baca+denger+review rectoversonya Mbak... masih merinding sampai sekarang..hehe

Dewi Lestari said...

Hai Snydez... terima kasih ya review-nya. Saya udah sempat lihat juga ke blogmu.
Untuk Meity, silakan di-link.
Ben(ny?) kubalas malam ini ya e-mailnya.
Hi Meeya, nice to see you again here :)

~ D ~

ratih adiwardhani said...

kusukasekaliiii... hihiii


jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, dan seterusnya (sampai mati?)


suka lagunya. suka ceritanya.

mademoiselle said...

Mba Dee.. congrat' atas 'lahirnya' rectoverso..

i'm very proud of you.. aq penggemar karya2 mba Dee. dari mulai Supernova Ksatria, Putri, Bintang Jatuh; Akar; Petir; Filosofi Kopi.. n sekarang aq pengen banget beli Rectoverso sama Perahu Kertas..

Dijual dimana sih, mba..??? berhari2 aq hunting di internet belum nemu yg jual. T___T

blm masuk toko buku/kaset ya, mba?
aq sempet tau klo Rectoverso dijual di www.dee-rectoverso.com, tapi rupanya pas aq buka tampilannya blank. udah ga jual online lagi ya, mba?

Please... aq mau dapetin Rectoverso nya, juga Perahu Kertas nya. Cepetan di 'rilis' ya, mba...

Good Luck

Send my warmest regards to your son, Keenan.. ^__^

(yoelithea@gmail.com)

dee's fans said...

bole nanya mbak? apa arti kata rectoverso?

sazi said...

sy malah g bs buka situs rectoverso-nya :(

btw di bali dah terbit kah? soalnya takutnya dah lama2 booking on-line, tnyata di Gramed muncul.

IG said...

di banding karya2 terdahulu..rasanya too sweet for you dee, it came from the heart yah? like a chocolate bar..fun to eat, fun to read.

aku suka lagu 'hanya isyarat'dan cerita 'Aku ada'.

i miss your supernova.

but most, you're still owesome dear. :))

Andri Kusuma Harmaya said...

Halo mbak dewi..Salam kenal ya..Jadi pengin beli rectoverso nih..Ntar tak review di blogku deh kalo dah selesai baca,asalkan ntar dapet tanda tangannya mbak dewi..haha..Gimana,deal? ;)

Dewi Lestari said...

Hai Andri... boleh2 aja, hehe. Tapi kalau kamu beli online di website RV, langsung dapat tanda tangan lho :)

Untuk Sazi, yakin sudah dicoba ulang? Karena waktu saya cek baik2 saja situsnya. Untuk informasi outlet penjualan RV di toko2 buku umum, bisa sms ke 081-22141015 (Yeni) atau email ke trueyens@yahoo.com.

Untuk Dee's Fans, Rectoverso adalah istilah dari dunia grafis, berikut definisi resminya:

The recto is the right-hand page and the verso the left-hand page ("verso" can also mean to turn over in the mind) of a folded sheet or bound item, such as a book, broadsheet, or pamphlet. These are terms of art in the binding, printing, and publishing industries, and can be applied more broadly to any field where physical documents are exchanged.
The term recto-verso describes two-sided printing. It is the norm for books, but was an important advantage of the printing-press over the much older Asian woodblock printing method, which printed by rubbing from behind the page being printed, and so could only print on one side of a piece of paper.
The "recto" and "verso" terms can also be employed for the front and back of a one-sheet artwork, particularly in drawing.

Saya menarik makna harfiahnya RV menjadi filosofis, bagaimana dua citra saling melengkapi tapi juga bisa terlihat berpisah secara bersamaan. Persis seperti fitrahnya karya kembar saya ini.

Begitchu. Thank you,

~ D ~

yunia said...

waduuww..aku kynya kena tepu nii mbak Dee..huhuu..tp sblmnya aku mau nanya..klo Yeni yg no hp nyah mbak cantumin itu siapa sii..?? wkt aku hubungin no itu buat tanya outlet yg jual..dia blg langsung pesen ke dia ajah..karena KATANYA dia itu asisten nyah mbak Dee..ditmbh lg almt website yg ptama mbak Dee ksh buat pesen online itu kan www.rectoverso.com bikin aku bingung (trnyata yg bnr www.dee-rectoverso.com). TERUS,,,sm org yg namanya Yeni ini aku disuruh transfer ke rek dia dgn princian harga buku 75ribu, CD 55ribu plus ongkos kirim 15ribu total 145ribu ( tgl 20/9)..stlh transfer dia blg akan lgsng dikirim (21/9)..tp stlh dia liat CD nyah blom di TTD mbak Dee..dia ksh option ke aku mau nunggu apa ngga? aku milih nunggu biar sklalian ada TTD nyah..TERUS,, besoknya (22/9) aku telp yg namanya Yeni tsb ( dgn no hp yg diksh mbak Dee )..dia jwb telp aku (krn dia ga save no hp aku)dia blg.."CD nya msh blom di TTD krn mbak Dee nyah ada di Jkt sdgkan dia di Bandung"..trus aku blg..yaudah deh mbak kalo klamaan kirim ajah..( ampe sini aku blom ngerasa tertepu)..bsknya lg hari ini tgl 23 September 2008..aku sms mbak Yeni itu nanya pengiriman..GA DIBALES..aku telp..telp..telp..ga di jawab2..aku telp lagi..dijawab..dia tanya "ini siapa?" aku jwb "ini yunia mbak"..dia jwb lg "yunia mana?"..aku jwb "yunia yg pesen rectoverso,ini mbak Yeni kan?"..blep TELPHONE TERPUTUS..wakwaw..aku telp lagi..yang jwb kali ini suara cowok.."ini siapa?"..aku blg "bisa bicara dgn mbak Yeni?" si suara cowok blg "oohh..maaf SALAH SAMBUNG"..heeeeehhh..aneeehhh...aku telp lagi..suara cowok lageh...oohh nasiiibbb....

yunia said...

sori sori..mksdnyah hari ini tuh tgl 24 September 2008...salah hari aku..tp cerita itu bener...cediihh..

Dewi Lestari said...

Hai Yunia,
Turut prihatin atas perjuanganmu yang cukup berat. Wah, sebetulnya sejak awal saya tidak pernah kok mencantumkan www.rectoverso.com, mungkin waktu itu Yunia salah baca.

Yeni memang betul karyawan saya, dan melayani penjualan langsung via sms. Barusan saya telepon ke nomornya masih baik2 aja. Mungkin ada kesalahan di jaringan, karena kadang2 saya pun pernah mengalami, menelepon ke nomor yang saya kenal tapi yang ngangkat orang yang tidak saya kenal sama sekali. Kayak salah sambung.

Saya memang belum ke Bandung, sementara Yeni berdomisili di Bandung. Jadi kalau mau tunggu ttd saya, memang harus setelah saya pulang (awal minggu depan). Yeni bisa dihubungi juga via e-mail trueyens@yahoo.com. Saya akan minta dia menghubungi kamu secepatnya ya.

Terima kasih utk pemberitahuannya ya,
~ D ~

yunia said...

oohhh..gitu yah mbak..hhhh..lega deh..kalo gitu..walopun harganya ternyata lebih mahal drpd pesen online..hehehe..it's okay..kalo aku ga di boongin...makasii jg mbak Dee buat tanggepannya..

oia mbak,takutnya mbak Yeni ga ngesave no aku bs hubungin aku lwt email jg di yunialaginih@yahoo.com

dickydee said...

maap yh gw terlalu apatis dg apa yg terjadi dalam kehidupan seorang DEE.
yang gw tunggu cuma setiap lafadz karyanya.
Gw, hrus beli dimana nih Rectoverso nya?? di gramedia or fajar agung blonda juga...

yunia said...

btw..mbak Dee..baca lg deh postingan nyah mbak yg tgl 18 September..disitu jelas2 ditulis www.rectoverso.com buat pesen online.. :)

oia mbak,aku kerja diradio lho..jd Music Director..kalo mbak mau roadshow radio2 Serang dan Cilegon hubungin aku ajah yah..pasti2 bgt aku bantu...okay2..

wisangkala said...

Rectoverso makes me wait!
sampe sekarang paket belum datang...
bagaimana ini...?

cit said...

Saya sudah membaca recto verso, sangat memukau. Saya adalah salah satu penggemar kamu sejak lahirnya karya pertama berupa supernova-bintang jatuh, akar dan petir. Setelah membaca karya kamu yang terakhir, saya terlintas untuk mencoba berhubungan dengan kamu melalui e-mail. Untuk itu jika diizinkan, saya hendak meminta alamt e-mail agar dapat berbincang secara privat dengan kamu. Maaf sebelumnya, tujuan saya bukan untuk berbuat macam2, namun saya hanya ingin menyampaikan beberapa ide dan mungkin untuk mendapatkan beberapa saran. Saya memiliki beberapa gambaran imajinasi yang bisa dikembangkan dalam satu ide cerita.
Saya bisa di kontak melalui e-mail cit_chandra_w@yahoo.com. Thank you atas tanggapannya.

dEa.dEa.dEa said...

mbak dewi..
saya sudah menyimak Rectoverso..
dan saya jatuh cinta padanya..:)

Jenny said...

hi, cuma mo saranin next time kirimnya taruh ke dalam box aja donk, saya beli yang special edition. Tapi pas nyampe di rumah (pake TIKI ya) sticker dan poster udah penyet2 gak keruan, dan tasnya juga sobek2 kena isolasi :(

Mahalan dikit gak masalah, asalnya nyampenya dalam keadaan bagus.

Wira said...

mbak Dewi,
Itu dibalesan komentar mbak Dewi yang pertama kali ditulis www.rectoverso.com kurang dee nya. mungkin diperbaikin / ditulis ulang saja mbak.
(comment no 28 ) kalau dihitung dari atas

regards,

Dhammasukha
============

d said...

akhirnya sampe juga pesenennya. lagi mendengarkan..

rke313 said...

mbak dee..supernova gimana kabar mbak? aku juga dah kangen nih..gatel pengen tahu..kapaaaannn endinggnyaa??? hehehe...

ditunggu ya.

veel sucses ya zus.
cu.tc

renny suprianti winarso said...

lama tak mampir ke blog ini, ternyata rectoverso udah rilis ya... dulu sempet denger rectoverso akan dilaunch di www.dewilestari.com, tp berkali2 aku akses selalu aja "coming soon"...

blm terlambat untuk pesan online dan dpt TTD mbak dewi kan? plis, mbak...pliiiissss... *melas mode on*

heheheee...
congrats anyway y mbak...
i adore u...=)

Dewi Lestari said...

Hai lagi Yunia (dan Wira)...
Iya, ternyata setelah saya cek lagi memang di boks komentar ini beberapa kali saya menuliskannya www.rectoverso.com ya? Maaf ya. Saya pikir penulisan di entry, karena kalau di entry sih benar semua, bahkan sudah langsung di-link. Sebetulnya itulah cara yang paling praktis dan akurat, yakni mengklik tiap kata Rectoverso dalam entry posting ini karena sudah langsung saya link ke situs.

Oke, kalau ada promo ke daerah kamu, kita akan kabari ya.

~ D ~

rhiez said...

jadi pengen baca bukunya nih...album musiknya sih gue dah punya dee...dpt ngedownload dari internet hehehe gpp kan dee :)

Dewi Lestari said...

Hmmm... nge-download ya? Hehe. Well, tidak sesuai dengan kaidah anti-piracy sih. Kalau saya pribadi, untuk artis lokal saya selalu usahakan beli albumnya. Karena industri musik kita lagi krisis. Toko2 CD sudah banyak yang bertumbangan berhubung download dan CD bajakan terlalu merajalela. Artis kalo nggak cari duit dari manggung juga nggak bisa mengandalkan royalti untuk hidup. Except for the lucky few yang memang jualannya super duper banyak.
So, I cannot say 'it's okay', but... well, it's life...
Still, I appreciate your honesty.

~ D ~

Anonymous said...

mbak dee kreatif banget ya...
ide2nya selalu orisinil..dan selalu mengeluarkan hal baru yang tak terduga...penasaraaaannnn....

btw...website rectroversonya bagus banget desainnya.

hahahahhaha...saya sudah pesan bukunya, (takutnya rebutan baca sama adek nih...)hehe....

Fahd Djibran said...

Hallo Mbak Dee,

...

Saya membelinya di toko buku, jadi tidak ada tandatangan, tidak ada pemaketan khusus yang mengantarkan Rectoverso ke ruang baca saya. Hanya bonus stiker yang selanjutnya membuat saya bingung harus menempelkannya di mana. :) CD-nya saya beli terpisah juga. Sehingga harus bernasib sama seperti bukunya. Tapi saya tetap puas, toh meskipun buku itu bertandatangan, saya tetap tidak bisa membaca tandatangannya--setidaknya sebelum saya bergabung dengan klub Firasat. :) Saya tak menyesal tak dapat tandatangannya, meskipun suatu saat saya tetap akan menagih tandatangannya.

...

Rencananya saya mau beli online biar sekalian dapat tandatangan. Udah daftar sih, udah punya nomor pelanggan. Tapi setelah melihatnya di toko buku saya tak bisa menahan diri untuk segera membaca musiknya dan mendengarkan fiksinya. Maka transaksi segera terjadi, yah dasar nggak sabar aja sih... tapi juga sekarang bukunya "diambilalih" adik saya. :)

Saya iseng bikin review-nya di RuangTengah, Mbak. Mampirlah.


Fahd
www.ruangtengah.co.nr

Madame Meltje said...

Semoga suatu hari saya bisa berkolaborasi sama kamu untuk buat sesuatu yang bisa membuat manusia mengerti apa arti cinta sesungguhnya. Karena selama ini kamu sudah berhasil menuliskan apa yang ada di otak saya. Dengan interest kamu di bidang agama, musik, dan literature - saya penasaran apa jadinya kalau dicombine dengan apa yang ada di isi otak saya...

Mudah-mudahan suatu hari saya bisa duduk sama kamu untuk bikin script2 gila yang bisa membuat orang menangis terharu dan bahagia & celebrate their lives without all the dramas.

Perpisahan hanya dengan satu peluk, baru saya lakukan kemarin malam. Sungguh, saya tau rasanya seperti apa.

http://unicorn-in-love.blogspot.com

rhiez said...

iya deh dee, gue akan mulai mengurangi download lagu dari internet..btw gue doain semoga rectoverso laris manis semanis supernova ya...:)

Anonymous said...

Hai mba Dewi..

apa sudah ada di toko buku aksara?

thanks

aL said...

yahh... terlanjur beli bukunya sebelum ngliat websitenya.. pdhl pgn beli online.. hiks

SutradaraPendekMendunia said...

waw...dee memang andalan gue. rectoverso keren. mau kenal sama photographernya dong....hehe. keren.

sharifah.shakinah said...

kak dee..
kapan donk supernova yang baru keluar?? aku nungguin banget loh kelanjutan ceritanya diva, bodhi, apalagi elektra sama mpretnya!!
ditunggu yaa tp aku tetep bc buku2nya mba yang lain koo..

Zakky said...

Bisakah buku ini disebut buku Hybrid...?

rjthoughts said...

damn... tau gitu Nana pesan online saja, apalagi klo dpt goodie bag dan tandatangan... kmren beli cm dapet sticker doank... ya beginilah... namanya jg 'jatuh cinta pada pandangan pertama...' sudah resiko ;)

lucianancy said...

sebuah karya yang membuatku ingin merasakan dan mendengarkannya terus..

Anonymous said...

huhuhhu...
curang...rupanya klo beli online ada tandatangannnya yak..lebih murah pula. Huhuhuh aku terburu nafsu beli di gramed, setelah beli baru buka website..huaaaaa :((
Tp gpp, aku belum beli CDnya, nti beli online aja ah! Btw dee....kok aku rasa 75ribu itu mahal bener deh. Memang sih kemasannya oke, tp tetep aja mahal..lain kali tlg ditekan lagi yah harga jualnya :D
makasih..

-BJ-

Brian said...

Dee, sejujurnya, saya merasa harganya membebani saya.

Saya sendiri adalah orang yang mengutamakan kemasan produk, sejajar dengan isinya. Tapi entah, untuk Rectoverso, saya rasa bisa ada jalan untuk supaya buku ini lebih bisa dinikmati dengan harga yang lebih rendah.

Mungkin memang banyak yang berubah, seiring dengan waktu, mengenai proses produksi dan segalanya, yang membuat harga buku ini mahal. Tapi, benar2 tidak ada jalan?

Saya dengan sahabat saya, yang pencinta buku dee sejak dulu, sedikit kecewa setelah tau harga bukunya (karna buat saya harga CDnya sudah cukup pantas). Saya belum beli sampai saat ini, padahal sudah berulang kali memegang bukunya di toko buku.

Saya lalu ingat Dee yang dulu membajak sendiri Supernova KPB supaya bisa dinikmati orang banyak.

Adakah mungkin suatu hari ada versi softcovernya? Ada versi mahasiswanya? Ada versi orang-kebanyakannya?

Thanks.
Brian

calvin said...

mbak dee, ga ada video clipnya ya? aku baru beli album rectoverso, uenak tenan.

Untuk sementara, lagu yang paling nyantol di kepala adalah "curhat buat sahabat", "malaiat juga tahu", dan "aku ada", mungkin bakal nambah lagi soalnya baru diputer 4-5 kali.

Oh ya, menurut saya ada beberapa track yang terasa agak "cempreng", suara vocal dan instrumennya agak terlalu "nubruk", entah mungkin ini speaker saya saja yang kurang bagus...

overall, selamat yah mbak dee, saya suka banget album ini. tunggu review lengkap di blog saya. :)

eCHo CoLaTE said...

belum baca en beli aja gw udah tertarik banget. kaYAknya cerita2 di dalam Rectoverso menarik bgt degh.....

aku ini bagaikan sebuah kertas. akan basah jika dicelupkan air, akan gosong jadi abu jika dibakar, akan robek jika disobek, akan kotor ternoda jika dicoreti...

www.echonaswable.blogspot.com

astrid said...

hmmm i think rectoverso terlalu ringan dari segi isi cerita.
Yang bikin rectoverso unik hanya kolaborasinya dengan musik.

oping said...

oping udah liat situs rectoverso... hunting asap deh. klo dibilang sih ini ky journey to the new sensation of reading... ^___*

lia soedharyo said...

Hanya butuh kurang dari 2 jam membaca dan menelaah "Rectoverso" dan komentar yang bisa diberikan "i'm madly in love with you recto verso" sampai saya jadikan judul status saya di facebook saya, i'm madly in love with your book, and now waktunya beli cd-nya..untuk melengkapi yang sudah diresapi :)..

desty said...

Aku beli rectoverso lewat pesan di website-nya..tapi kok ga ada tanda tangannya ya mbak??

Anyway...Semua tahu mbak dee juaranya...

Dewi Lestari said...

To Desty:
Mungkin kamu belinya di atas tanggal yang menjadi batas untuk mendapatkan buku ber-TTD. Would be happy to sign it someday, though :)

~ D ~

yunia said...

Horeee..aku sudah dapet bukunya..sehari sblom libur lebaran kmrn..ceneeeng..hehehe,tengs to mbak Yeni ( maaf yah mbak udah sempet nyangka ga bener..punten pisan euy..),mas saeful jg..( hihihi..kirim 2 kali mas ! ), pak Pos dan Pak Tiki ( halah..udah ky dpt award ajah gue ^_^ )..

Rectoverso nyah KEREN BEGETE bu...fiksinya..musiknya..juara..!!!
yang paling paling paling aku suka..'Peluk'( beugh...jd nangis gt..chengeng !! ),trus kalo 'Selamat Ulang Tahun' menarik banget...bener2 dua sisi gituh..kalo qta dgr lagunya qta bisa tau crita dari sisi yg satu,trus kalo baca critanya dari sisi yang lain..canggih euy..walopun critanya sederhana tp aku jg prnh ngalamin nii mbak Dee ky crita ini...( bete bgt di jaman serba seluler gini, buat ngucapin ultah ajah nggak sempet ).pokoknya Keren bu!! jd ga sabar nunggu karya slanjutnyah..
btw,dpt salam mbak dari slh satu anggota P.A.P.D.U.M ( Partai Anti Pacaran Di Usia Muda )..hahaha..inget?

Anonymous said...

no body knows i'm gay,, desperate n hopeless is always being d most of my life,, frustasi karna cinta,, udah sering banget,, tapi begitu baca hanya isyarat,, "aku bahagia karna aku memilih untuk tidak mengetahui atas apa yang tidak mungkin aku miliki".. that's make me cry,, thanx dee for d brightness,, setiap orang punya cerita masing2,, n thanx buat tanda tangannya,,

dimas said...

mbak dee, saya belum beli albumnya, denger lagunya pun dari mp3 (maap ^^').

tapi saya sangat 'terganggu' sama liriknya, terutama yang Malaikat Juga Tahu (karena baru lagu ini yang saya denger). rasanya ada sesuatu yang bikin saya merinding denger lagu ini. merinding dalam artian yang sebenarnya. kayak ada potongan2 suatu kehidupan yang muncul di kepala saya...

gimana ya ngejelasinnya? saya jadi bingung... karena memang baru kali ini saya bisa sangat terpengaruh dengan tulisan seseorang, selain dengan tulisan saya sendiri. lirik lagu ini bercerita 'terlalu banyak' bagi hati saya...

saya 'merasakan' sesuatu, mbak. dan itu bikin hati saya 'terganggu'... saya tiba2 sangat mellow, dan tiba2 sangat sedih...

baru kali ini saya begini, karena baca tulisan orang... pengennya tulis email ke mbak, tapi saya gak tau dan gak dapet dari google.

klo boleh, saya mau sedikit ngobrol sama mbak dee, walau sekedar lewat email. bener2 saya ngerasa 'aneh' denger lagu ini (Malaikat Juga Tahu)...

makasih ya mbak

o iya, email saya dmj_math @ yahoo.com
dan satu lagi, saya usahain beli CD nya deh mbak! saya mo 'liat' lebih dalam tentang mbak dewi lestari ini :)

saya tunggu emailnya ya mbak.

makasih, deeply thanks to you...

renny suprianti winarso said...

hai dee...
huff...akhirnya kemarin dateng juga rectoverso'ku, setelah 12 hari nunggu krn kepotong libur lebaran...huhuhuuu...

sama kyk desty, aku juga ga kebagian TTDnya, mudah2an someday kita bisa ketemu dmn gt y dee, trus aku bisa minta TTD langsung di bukunya...=)

oya, dee, CDku kok tak bersegel ya? ato semua kemasannya begitu? awalnya aku kira tak bersegel krn ada TTD di dalamnya, tp ternyata nggak ada juga...=(

so far, ini karya yg menarik bgt, dee...congrats ya...^^

Fahd Djibran said...

Hallo Mbak Dee.
Kalo mau dicantumkan di Dee Idea, monggo... dengan senang hati. It's such an honour. Oya, ditunggu tandatangan + ngopi barengnya... :)

www.ruangtengah.co.nr

Andre said...

begitu liat CDnya 12 september, langsung beli ! keren abis ! baru tau ada bukunya kemudian .. akhirnya dapat juga sebelum lebaran di gramedia.
Kagum-ku sama Dee bertambah .. lagu2nya indah banget, makin didengar makin indah :)
Buku nya juga bagus banget !
Two thumbs up for u Dee

cheers

sultan said...

gw bc rectoverso terkesan bgt. mgkn freq lg sama, jd kerasa 'nendang'. simpel tapi dalem. ringan tapi singkap banget. sesekali terasa nelanjangin, tapi itu cuma rasa subyektif pembaca aja.
dee, elo cantik banget milih kata kata yg pas. imajinatif buat gw, tp nyata. ahhhhh, i like it very much ..... seperti dapet nafas buatan .... lega dan terasa panjang lageeee ........ thx dee

Meeya said...

Mbak Dee,ini balasan pesan yang kemarin di blog www.saraswaty.com : silahkan kalau mau dilink,,saya yang mestinya makasih loh mbak :)

http://saraswaty.com/2008/09/22/rectoverso/#content

-meeya-

nienna said...

Dee.. duh akhirnya bisa baca tulisan kamu lagi. Rasanya lamaaaaaa....
Salut untuk Recto Verso.
Komentar saya :
Kesunyian yang indah.
Setiap tokoh di dalamnya berhak mendapatkan sebuah pelukan hangat.

OP said...

Great job Mba Dee. Aku dah dapetin CD & novel nya dari Oom Sonny Toko You :)
CD nya tiap hari selalu aku puter.. lyrik2nya gilaaa, dalem banget :)

dee's fans said...

dee...
cuma sekedar saran to emphasis your concern abt environment
why dont u print your book on recycled paper?
and also for the cd packaging, maybe omit the plastic part? jadi pake recycled paper semua
what do u think?
^.^ he he he
cuma sekedar saran ...

Anonymous said...

hai dewi lestari :)

beruntung, gw nemu site ini dari signature seseorang:

http://www.takeforum.com/anggunesia/viewtopic.php?t=1705&postdays=0&postorder=asc&start=0&sid=8d1c96593d754afbe462f82e19b7e18c&mforum=anggunesia

kayaknya dia penggemar beratmu, sampai buat siggy dengan link mu ;)

Gue baru baca rectoverso 1/2, gw irit2 bacanya biar awet. Favorit gw sejauh ini: "Peluk" ; buat lagunya favorit gw "Malaikat Juga Tahu".
Dee terimakasih buat karya indah nya..

calvin michel said...

mbak dee, ini review lengkap saya tentang album rectoverso. moga2 dibaca :)

http://republikbabi.com/dewi-lestari-ingin-jadi-cicak-di-dinding/

santika saraswati pribadi said...

argggghhhhhh ...
rectoverso !!!
i'm addicted to it ...

rhiez said...

Lirik2 lagu di malaikat juga tahu itu penggambaran hubungan lo dengan marcell ya ? hmm.....sebenarnya siapa sih yg jadi juara nya ? tapi gue suka banget sih sama lagu itu. Asyik kalo lagi didengerin di jalanan, jadi berasa kaya dengerin kata hati elo sama marcell...btw kpn nih mo dibikin videoklipnya ? kok buku rectoverso gak ada di Aksara maupun Gramedia ?

ngambek said...

Your courier service is sucks. Takes so long to send. I don't care if they took a longer leave or get sick after festive, none of my business. And making fictional conversation as an excuse is totally lame. :( disappointed.

yunia said...

Mbak Dee..iraha ateuh pulang ke Bandung nyah..DG pack punyaku nunggu di tanda tangan in tuh.. ^_^

bondanrastika said...

buat mbak Dewi (yang bermusik) : walau cuma denger 30 detik di web rectoverso.. "firasat" bikin merinding.. sumpah.

buat mbak Dee (yang menulis) : maaf saya blm sempet baca bukunya, mudah2an belum kehabisan.. :P

IDHANQ said...

punya pacar beloom?

andrika said...

saya menangis ketika dia menyadari bahwa aku ada
saya ingin rasakan peluk maha dahsyat tanpa tahu ia berfirasat
saya tidak ingat kapan saya terjaga dari tidur hingga cicak di dinding mengingatkan saya bahwa curhat buat sahabat akan lebih baik
itupun hanya isyarat
malaikat juga tahu kapan cinta ini harus berhenti dan bertransformasi menjadi rasa yang lain
dear, just back to heaven's light:)

Rectoverso adalah sahabat terbaik yang pernah saya miliki. Tak butuh waktu lama untuk mengenalnya lebih jauh. Tak perlu ragu bahwa sahabat tidak pernah berkhianat. Rectoverso laiknya mengemban misi bahwa memulai langkah diperlukan hati yang bisa membaca, telinga yang bisa melihat dan mata yang bisa mendengar.

Dewi Lestari said...

Hi all, excuse my responses for their random order:

Untuk Rhiez: kalau kamu sempat baca cerpennya Malaikat, pasti kesimpulan kamu akan lain :) Buku RV ada kok di Aksara dan juga Gramedia. Untuk tahu tepatnya outlet2 yang sudah menjual RV silakan sms ke 081-22141015 (Yeni).

Untuk Ngambek: Sori banget kalau kecewa dengan kurirnya. I'll let the team knows this problem of yours.

Untuk Dee's Fans:
Di Indonesia, kertas recycled harganya masih mahal untuk produksi massal, dan belum tentu stoknya stabil. Penggunaan plastik sayangnya mandatory karena melindungi produk selama perjalanan pengirimannya. Khusus untuk penjualan website, plastiknya sudah dilepas karena sebagian besar stok di website saya TTD. Jadi mau nggak mau harus dibuka dulu.

Untuk Idhanq: Udaaaaaah!

Lalu, untuk semua yang komplain tentang harga, penentuan harga RV memang salah satu aspek tersulit yang tim kami harus tangani. Pilihan desain yang akhirnya mengharuskan separasi 4 warna dan juga gramatur kertas yang dipakai mau tak mau membuat harga produksi RV lebih tinggi daripada produk fiksi kebanyakan. Mohon maklum. Tapi kami sendiri melihat bahwa RV adalah produk tipe "collectible items". Sebuah produk dengan faktor sentimen yang tinggi. Jadi untuk sementara tidak dibuat "versi pahe"-nya karena bagi kami, bukan semata2 masalah mencetak teks di atas kertas, tapi keseluruhan desainnya adalah bagian pengalaman membaca RV yang tak terpisahkan.

Dan bagi semua yang sudah mampir, thank you untuk apresiasinya,

~ D ~

PS. To Yunia: kok bisa tahu PAP dum sih? :))

yunia said...

Akh, Idhanq..masa ga tau sii..itu lho yg ituh..hehe ( gossip mode : on ). PAP dum yah mbak? tau donk,kan aku dpt crita dari slh 1 anggotanya yg skrg jd manager band dari Bandung "Utopia", hehe..btw,mbak stlh 'Malaikat Juga Tahu' kira2 yg mau dijd in single ke 2 buat di radio lagu apa nii? gmn kalo 'Peluk'? Apa dr Goodfaith yg nentuin? Aku tanya Andrey aja kali yah, kbtln aku jg kenal sm dirinya.. ( kalo dia blom lupa sii..long time no see soalnya,tp msh sk chat di YM ) ;)

rumahpepito said...

saya mengagumi karya ini dengan sangat. mendengarkan lagu dan meresapi cerpen-nya bersamaan membuat jiwa saya tenggelam di sebuah imajinasi yang indah, sendu, sedih secara bersamaan :)

review saya disini :
http://rumahbarupepito.wordpress.com/2008/10/08/rectoverso-boleh-pinjem-jempol-lagi-gak/

Vendy said...

mungkin tidak sepenuhnya seperti yang saya harapkan. tapi apalah artinya cinta tanpa teka-teki?

waiting for your next entry Dee :)

Herli Surjadjaja said...

bukan sekedar karya, ini adalah maha karya :)

saya termasuk cepat dalam membaca, tapi untuk buku yang satu ini, saya menikmati setiap kata dan ilustrasi yang ada. tidak ingin cepat-cepat berakhir. terlalu indah untuk diselesaikan dengan terburu-buru.

"Back to Heaven's Light" merupakan penutup yang manis sekali.

echi weedya said...

salam kenal mbak Dee.. Baru denger lagunya Malaikat Juga Tau aja udah mewek. apalagi baca novelnya. lagunya te-o-pe-be-ge-te. Terus berkarya dan terus bernyanyi ;D

me in my me-time said...

VIVA Rectoverso!!
Kereeennn.... baguuuusss.....
AMAZING!! GREAT!!!

Mantaabb....
Emang bener.. abis baca ceritanya, rasanya tambah lengkap kalo udah denger lagunya.
WOW!!

anu said...

kesan pertama beli bukunya: mahal. hehe, soalnya dicetak hanya dlm versi hardcover ya? tp setelah baca dalemnya: priceless. berhubung gw belum dapet CD nya (cari di toko CD ga ada, dibandung dimana ya yg jual? ps. i dont buy online, its too irritating too wait something i can get in store in town), jadi gw comment bukunya aja dulu ya, here it goes:

i can instantly connect to the stories from the first one. reading the book feels like reading my own stories, but better written. its like having a proffesional writer to write my own diary. dee crosses the boundaries to write things that many can only feel in their heart, but very hard to express. amazing experience just to read the book. thank you for writing rectoverso, its that book that i'm keeping and giving.

u know what, saya mau beli lagi 3 paket rectoverso, saya mau kasi ke seorang sahabat, seseorang yg berarti yg ulang tahunnya terlewat, lalu ke seseorang yang saya peluk tahun kemarin..

Muhamad Fauzi said...

meskipun recto verso dicetak ribuan eksemplar.. dan dimiliki oleh banyak orang..
tapi tetap karya ini memiliki sisi personal yang luar biasa.. seolah-olah dee hanya menulis untuk saya secara pribadi..
dengan tidak adanya nama tokoh disini.. recto verso menjadi unik sehingga pembaca dengan mudah memilih sendiri tokohnya,, setiap orang punya kisah..
hanya isyarat... thnx untuk analogi punggung ayamnya..

lind said...

Mbak, saya ampe nulis 2 posting di blog saya khusus mbahas asiknya Rectoverso.

Silahkan mampir mbak Dee.

mynameisnia said...

Mbak Dee, kalau ada diskusi buku Rectoverso di Bandung, tolong bilang-bilang ya. Saya mau datang dan mau minta tanda tangan (untuk kesekian kalinya).

Btw, supernovanya ditunggu lho. Udah kangen beraaatt!!

phonny said...

Mbak, walaupun RV twins-nya menyentuh, tapi aku bener2 lebih ngarep kelanjutan Supernova. Bodhi adalah salah satu karakter terfavorit yg pernah aku baca. Kalo orang kayak dia nyata ada di dunia, aku ga nolak diajak dia kawin... :)

Krimi Spageti said...

Hi..Dee..
- Fans Berat nya rectoverso
- Suka banget lagu2nya...udah 3 hari ini nemenin ya dirumah..ya di kantor
- Mau blg, Good Luck 4 everything in you..

Bye!
Ghory

Arnis said...

dee... Hebat!! Hebat.... tiada kata yg bisa terucapkan.. karya maha dahsyat yang melahirkan musik dan tulisan yang melebur menjadi satu....
kata2 yang cerdas hingga menjadi inspirasiku saat ini... thanks rectoverso,, thanks dee...

aku menunggu karya dahsyat selanjutnya... congratulation...

putri said...

mba dee..saya adalah salah satu orang yang dikecewakan oleh tim rectoverso. no pelanggan saya 292. udah bayar dari bulan lalu. tapi sampe sekarang, barangnya blm juga nyampe. padahal saya pesen yang paket 110rb. udah terbayang2 saya baca buku dan dengerin cd nya..

saya sudah beberapa kali nelpon ke tim rectoverso, tapi katanya barang sudah diambil kurir dan terkesan lepas tanggung jawab. habis itu, saya tunggu, sampe 2 minggu kemudian blm dtg juga.
kemudian saya telpon lagi pada hari minggu, katanya cs nya tutup dan berjanji akan menelpon saya di hari seninnya.

tapi apa kenyataannya? sampe hari senin ini (sudah seminggu) saya blm juga ditelpon...

saya sungguh kecewa mba...

saya ga mau merusak nama mba
dee..jadi saya masih menyimpan harapan mba dee akan mau turun tangan dalam hal ini.

saya tau mungkin saya hal kecil bagi mba..tapi kalo memang niat baik saya untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, saya akan sangat dengan senang hati membuka kesempatan.

saya harap mba dee tau ini bukan masalah uang yang sudah saya bayarkan.tapi kekecewaan saya sudah sangat bertubi2 mba..

jika mba dee mau, bisa hubungi saya di phoe3id@yahoo.com

trima kasih

-putri-
yang lagi kecewa dengan tim rectoverso

yoeyha said...

Rectoverso......love you so much :D

tersentuh dari 2 sisi, dengan 11 dongeng dan 11 alunan merdu, yang saling bercerita dan melengkapi tanpa takut untuk dipisahkan...
sarat makna dan cerita.

membuat pembaca selalu termenung dan tak berhenti menebak isi cerita sebenarnya
(padahal ini cerita fiksi ya :p)


Malaikat juga tahu, it's my favo (emank jd juara deh :D)

DONY said...

Met kenal....

Wah Udah beli udah beli keren.....
Cuman belum dapat CD nya... hiks hiks...
Waktu itu lihat ada buku hijau , sampul menggelitik,trus lihat DEE langsung hajar beli tanpa ba bi bu... eh ternyata ada CD nya balik lagi tanya ternyata sudah habissssss CDnya. Cari ke toko kaset/Cd gak ada. Sedih juga. KEnapa di Gramedia gak di paket aja ya ..... :) BUku dalammnya ada CD hehehehehehehehe

Baca dari cerita yang pertama "Curhat buat sahabat" langsung mantab.... Nah ini yang saya suka dari baca baca semua novel mba Dewi.
Banyak makna di dalam nya,dalam...

Semua karya Dewi Lestari selalu saya tunggu dan selalu beli tanpa lihat Resensi :D

I'M Your Fans..

adi said...

mba dee... sumpah "aku ada" GILA banget... "tersinggung" banget ama lirik dan critanya... what a brilliant mind u have there... keep singing, and creating great arts ok? supernova1,2,3, filosofi kopi dan rectoverso..smuanya gila.. dan gw suka banget ama tulisan2 mba.. you've inspired me, a lot.. thank you.. wish me luck, i'm writing a book too.. hahaha..

me said...

wah pengen..bisa dikirim ke jepang ga?:D

Vendy said...

it is an honor for me :)
aku sendiri sebetulnya ga berani bayangin :D

PS: punggung itu sudah berbahagia. itu sudah lebih dari cukup.

.arshella. said...

halo mbak dewi, SALUT ! everything just PERFECT..... aku baru baca 1 cerita ny aja udh pengen langsung beli buku nya....tp sayang ga bisa besok, lusa, ato sminggu lagi...anyway, selamet ya mbak..its just a great novel for me to learn something that i cant learn at any stage of school.

panangankiwa said...

beruntung.
kata itu terus saja menggema dari puasa kemarin sampi sekarang. seperti hadiah tamat puasa pertama. seperti tak percaya bahwa aku termasuk segelintir orang yang tahu kerennya rectoverso. bukan karena hasil yang sudah jadi seperti sekarang. tapi membatu (sangat sedikitsekalipisannianbanget)proses melahirkannya.
hanya saja, karena demi kode etik, akhirnya ucapan rasa beruntung itu baru terbersinkan sekarang. itu juga telat beberapa puluh hari dari hari lahirnya. parah, memang. gara-gara kesibukan di studio-kah? :)
hingga detik-detik sebelum kelahirannya, aku tak pernah bosan membacanya berkali-kali. sebagai 'proofreader ga sengaja' di studio tempat aku bekerja, aku bangga bisa membantu (sekali lagi, yang hanya sedikit)kelahirannya.

terimakasih 'hanya isyarat', 'aku ada', dan 'malaikat juga tahu'.

terimakasih, dee..

gracias
wildan'umed'kamal

jan phaiz said...

mbak,
aku nggak bisa menghalangi senyumku saat membaca "hanya isyarat"

menikmati keindahan, tak seharusnya mengusik keberadaannya dengan menampakkan diri walau sekedar bilang "kau indah, aku suka",,
menikmati keindahan, adalah dengan hati,,

memang benar kata kang fahd,,
kisah-kisah dalam rectoverso membawa pembaca pada ingatan-ingatan akan pengalamannya sendiri,,
walaupun berbeda latar sama sekali,,
namun senafas muatan yang dikandungnya,,

salam kenal

Indri said...

Mbak, bukannya dulu Andrei Aksana pernah munculin 'paket' buku dan CD lagunya juga ya??

poppy said...

Hi dee..
sdh 1 bln bolak balik gramedia tapi rectoverso blm ku temukan..poor me..hiks

Lala dan Sungko said...

keren banget liric nya, thanks dah buat semangat untuk berbuat yang terbaik bukan untuk membuktikan kepada siapapun tapi untuk diri sendiri

boo said...

Nothin left to say: Two Thumbs Up!

Hellprophet said...

saya belum pernah baca buku-nya, tapi lagu nya saya sudah dengerin semua, satu yg paling berkesan..."Malaikat Juga Tahu"
Keren banget dengan bahasa yang sebenernya kalo dilihat lebih jauh kerasa "slenge-an" tapi dipresentasikan dengan cara yang..euh sulit bilangnya, bagus aja deh, iya nggak? menurut saya sih begitu...

Ngomong2 soal malaikat, di Bandung ini, banyak tersebar para malaikat yg mungkin dimaksud disini...mereka tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan hahaha, bahkan cenderung menyeramkan...tapi dibalik tampang fisiknya itu, mereka adalah malaikat, yang jujur, yang tulus dalam melakukan sesuatu dan realistis atas keadaan yang terjadi...kehebatan mereka boleh diAdu sama mereka yang ngaku2 malaikat dengan tampilan cemerlang dan rupawan...

sayang cuma sedikit orang yang bisa lihat...coba kalau semua orang bisa lihat...damai kali dunia!!

salute untuk karya Recto Verso!!

Reevo Saulus said...

Halo mbak Dee, aku mau dong resensi aku tentang Rectoverso di pajang di blog nya mbak Dee hehe .

http://reevosaulus.blogspot.com/2008/11/rectoverso.html

Makasih mbak Dee :)


-Reevo-

re3s said...

keren.....
sumaph keren..tapi aku lum punya albumnya....

Barkah said...

I'M DISAPPOINTED!
Saya baru membeli CD anda di Disctara BSD Plaza, kemudian memutarnya di CD player mobil saya. Ternyata CD tidak bisa dimainkan, pesannya CD ERROR. Selagi masih di tempat parkir, saya kembali ke Disc Tara dan menukar CD tersebut dengan yang baru. Petugas di kasir mengatakan bahwa memang CD tersebut tidak bisa dimainkan di CD player mobil dan beberapa pembeli lainnya juga sudah mengeluhkan hal yang sama. CD dicoba diputar di player milik Disc Tara dan bisa diputar. OK lah saya terima, dengan harapan CD akan bisa saya mainkan di rumah dengan player berbeda.

Ternyata di rumah, player saya juga tidak bisa mengenali CD anda. Lalu dengan apa saya harus memainkan CD anda?

Apakah anda menggunakan teknologi anti penggandaan untuk mencegah pembajakan? Saya tidak membajak loh, saya membeli CD asli. Mengapa saya tidak bisa menggunakan CD yang saya beli?

Jika CD ini menggunakan teknologi tertentu yang mengakibatkan CD ini tidak bisa dimainkan dengan konfigurasi player tertentu, mengapa tidak ada peringatan di kemasannya?

Sekarang CD ini menjadi tidak berguna, dan saya ingin uang saya kembali.

ONCE AGAIN, I DISAPPOINTED.

Dewi Lestari said...

Hai Barkah,

Sayang sekali Anda tidak mencantumkan alamat e-mail ataupun nomor kontak supaya dari tim Rectoverso ada yang bisa menghubungi Anda.

CD Rectoverso dibuat di pabrik Aquarius, tempat puluh ribuan keping CD lain diproduksi di Indonesia ini. Jadi, sekalipun saya memahami kekecewaan Anda, tentunya saya berharap Anda memahami bahwa apa yang Anda alami bukanlah unsur kesengajaan dari pihak Goodfaith (perusahaan rekaman yang meluncurkan RV). Karena kalau semua CD sama, tentunya semua orang yang membeli CD Rectoverso akan komplain tentang hal yang sama. Jadi, sekilas observasi saya, kasus Anda adalah kasus cacat produksi di mana hal tsb mungkin saja terjadi pada beberapa keping CD dalam setiap slot produksinya.

Kami dengan senang hati mengganti CD Anda, dan CD Anda yang rusak, kepingannya juga bisa dikirim balik ke kami, supaya kami bisa meninjaunya ke pabrik pencetakan CD. Silakan email ke j3nnyjusuf@yahoo.com atau posting alamat/no kontak/email Anda di sini, whichever convenient for you.

Thank you for sharing your problem,

~ D ~

Intuisi & Memory said...

Harga Rectoverso terasa mahal, karena gak mau kelewatan beli CDnya...hehehe...tapi setelah membaca dan mendengarkan, menjadi tak berarti apa-apa

Thanks dee....kamu memang juaranya!!!

a m y said...

Mbak Dee.. aku penggemar tulisan2 mbak.. hehe..
Ini aku bikin resensi rectoverso di

http://therodjani.wordpress.com/2009/02/11/rectoverso/

main2 yah mbak ^^

thanks a lot.. keep a good work =)

denani said...

Mampir di blognya Dee..
You have such a very good voice ^_^

el-ferda said...

jadi ingin mencicipi rectoverso.