Pelajaran Winnie Sang Penyihir

Sebagaimana ritual kami setiap malam, Keenan minta dibacakan dongeng sebelum tidur. Dan seperti biasanya, saya memberikan kebebasan bagi Keenan untuk memilih buku yang ingin ia baca. Malam itu, ia memilih dongeng serial “Winnie The Witch”—enam buku yang masih licin dan rapi karena belum pernah dibaca. Sebulan yang lalu, bundel dongeng itu dihadiahkan sahabat saya tercinta: Tri (atau ‘Tante Tree’, jika diucapkan oleh Keenan, seperti melafalkan ‘tree’ dalam bahasa Inggris). Tantenya yang satu ini tinggal di Dubai dan pulang ke Indonesia cuma satu-dua kali setahun.
Jika suka pada satu buku, Keenan biasanya mengulang-ulang buku yang sama. Butuh waktu panjang untuk akhirnya Keenan melirik materi baru. Saya, yang kebagian tugas membacakan, terpaksa bertahan dengan rasa bosan. Tak jarang saya jadi hafal isi buku-bukunya sampai kata per kata. Jadi, waktu dia memilih “Winnie The Witch” yang sudah sebulan nongkrong di rak, dalam hati saya bersorak-sorai (hore! bacaan baru! akhirnya!).
Dengan penuh semangat saya mulai membaca. Halaman pertama… wow! Saya takjub dengan ilustrasinya yang luar biasa detail. Kami bisa menghabiskan sepuluh menit sendiri hanya untuk membahas gambarnya yang begitu kaya. Proporsi antara panjang teks dan ilustrasi juga seimbang dalam tiap halamannya. Tidak membuat yang mendongeng belepotan atau napas kepayahan setelah habis satu buku. Belakangan saya tahu bahwa serial yang ditulis oleh Valerie Thomas dan diilustrasikan oleh Korky Paul ini adalah pemenang Children’s Book Award, dan sudah terjual dua juta eksemplar dari peluncuran pertamanya pada tahun 1987.
Kisah dimulai dengan Winnie yang tinggal di rumah serba hitam. Dari mulai dinding sampai seprai... semuanya hitam. Winnie hanya ditemani seekor kucing bernama Wilbur—yang juga hitam. Satu-satunya yang bisa membedakan Wilbur dari ruangan dan seluruh isinya adalah matanya yang hijau. Begitu Wilbur tidur dan kelopak matanya menutup, maka ia hilang menyatu dengan rumah. Berkali-kali Winnie menduduki Wilbur secara tak sengaja. Dan itulah awal dari segala permasalahan antara Winnie dan Wilbur.

Setelah terjungkal dari tangga karena menyandung Wilbur yang sedang terlelap, Winnie lalu memutuskan untuk menggunakan sihirnya, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi kucing hijau. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, ia selalu terlihat. Termasuk saat Wilbur mencuri-curi tidur di tempat peraduan Sang Penyihir. Karena tidak mengizinkan Wilbur tidur di kasur, akhirnya Winnie meletakkan Wilbur di pekarangan rumput.

Masalah baru timbul. Wilbur, yang sekarang berwarna hijau, kembali tak terlihat di tengah-tengah rumput. Bahkan saat ia membuka mata sekalipun, berhubung matanya juga hijau. Winnie, bangun dari tidurnya, lantas mencari Wilbur di pekarangan. Lagi-lagi, penyihir itu tersandung kucingnya sendiri, jumpalitan tiga kali di angkasa, dan tersuruk di tanah.
Kali ini, Winnie benar-benar kesal. Disambarnyalah tongkat sihir, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi… warna-warni! Kepalanya merah, kupingnya kuning, kumisnya biru, badannya hijau, empat kakinya berwarna ungu, dan ekornya... pink! Winnie sangat puas. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, baik di rumah maupun di pekarangan, ia pasti akan terlihat.

Namun, Wilbur tidak mau kembali ke rumah. Ia sangat malu dengan warna tubuhnya yang tidak karuan. Ia bahkan ditertawakan oleh binatang-binatang lain. Wilbur kabur ke puncak pohon tertinggi dan tidak mau turun-turun. Pagi sampai malam, Wilbur bertahan tidak pulang.

Melihat Wilbur yang menderita, Winnie pun merasa sedih. Wilbur adalah segalanya bagi Winnie. Tapi ia malah membuat Wilbur sengsara karena kehendaknya sendiri. Winnie akhirnya beringsut ke pohon tempat Wilbur bergantung, dan dengan tongkat sihirnya ia mengubah Wilbur kembali hitam. Perlahan, kucing itu kembali turun ke tanah. Bersama Wilbur yang kembali di sisinya, Winnie menghadap rumahnya yang serba hitam, mengayun tongkat sihirnya di udara, dan… ABRAKADABRA! Rumah hitamnya berubah kuning dengan atap merah menyala, sofanya berubah putih, karpetnya menjadi hijau, tempat tidurnya biru, selimutnya pink, dan kamar mandinya putih berkilau. Dengan perubahan baru ini, Wilbur dapat terlihat dengan mudah… tanpa perlu berubah.
Buku 32 halaman itu selesai didongengkan dalam sepuluh menit. Namun kesan yang tertinggal tak terukur oleh waktu. Winnie mengingatkan saya pada kita semua. Kita, yang seringkali bersikukuh untuk mengubah seseorang, memermaknya agar sempurna di mata kita, memaksanya agar muat dan tepat dalam ruang hidup kita, memangkas atau menambalnya agar bisa pas dengan kebutuhan kita, tanpa peduli bahwa apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah siksaan bagi yang bersangkutan. Dalam penjara logika dan mental kita masing-masing, kita berpikir bahwa mengubah seseorang adalah solusi yang realistis dan humanis. Atas nama cinta dan apa pun, kita bahkan merasa bahwa kita sedang berbuat kebaikan.
Namun Winnie Sang Penyihir mengingatkan kita bahwa ada satu hal penting yang sering terlupa: diri kita sendiri. Perubahan tak pernah terjadi oleh hal lain di luar kita, meski faktor eksternal bisa jadi pemicunya. Yang mampu menggerakkan perubahan sejati hanyalah kita sendiri. Seperti halnya Winnie yang luput membenahi rumahnya dan malah sibuk mengutak-atik Wilbur tanpa sadar kalau aneka sihirnya malah membuat Wilbur terdera karena menjadi sesuatu yang bukan dirinya, kita pun acap kali terlena dalam ekspektasi serta upaya untuk mengubah orang lain, dan malah lupa dengan pembenahan yang paling penting dan realistis yakni, sekali lagi, diri kita sendiri. Dan ini adalah masalah yang amat sering kita alami. Dari waktu ke waktu.
Impian saya tertinggi adalah menulis buku anak-anak. Dan saya bahagia berhasil menemukan contoh yang luar biasa dari serial “Winnie The Witch”. Pesan yang begitu dalam dan bijaksana berhasil dikemas dengan indah dalam dongeng beralur sederhana dan gambar jenaka. Bukan cuma anak umur 4 tahun seperti Keenan yang belajar sesuatu. Kita yang dewasa pun dapat sejenak berkhayal menjadi Winnie, mengarahkan tongkat sihir ke diri kita, dan marilah kita utak-atik segala sesuatu yang perlu dibenahi, sebelum ada Wilbur lain yang terpaksa berubah jadi pelangi.
PS. Tri, Winnie is your best gift to Keenan so far. Honestly, I didn’t expect it, especially since Captain Underpants :) Thank you so much, sis.






54 comments:
hallo mbak dee yang penuh semangat, salam kenal...!
saya ada buat blog baru di poemofpathofwisdom.blogspot.com, saya mengundang mbak dee jalan-jalan kesana untuk lihat-lihat tulisan dan memberi masukan atau saran 'tuk menambah inspirasi.
thanks!
Good hope and love
coeda
natal kemarin, saat saya ketemu mas Fahd Djibran secara langsung pertama kalinya, dia menyarankan saya untuk membaca buku anak-anak.
sekarang, satu bulan sesudahnya, seorang Dewi Lestari juga (secara tidak langsung) menyuruh kita semua untuk membaca buku anak-anak.
yasudah, mari kita berhenti langganan tempo dan kembali langganan bobo!
just kidding, mbak dee. anyway, saya udah berusaha untuk nggak jadi winnie lagi. cuma gimana kalau saya yang jadi kucingnya? celana abu-abu yang insyaAllah akan saya pakai tahun ini juga jadi simbol kalau saya harus berubah. jadi lebih dewasa, katanya.
padahal saya pengen balik jadi anak tk lagi :(
p.s supernova akar bisa dibeli dimana sih, mbak? tinggal kurang satu dari delapan anak, nih!
http://simplyiyo.com
Saya suka banget sama paragraf yang bilang kalau "yang mampu menggerakkan perubahan sejati hanyalah diri sendiri". Padahal sih selama ceritanya Winnie masih belum nangkep maknanya apa. ^^
Hi Mbak dee,
Saya sering baca blog nya tapi baru pertama kali ini meninggalkan jejak :-p. Jadi penasaran, mendongengkan ke Keenan nya dengan bahasa inggris kah atau di translate dulu? karena buku nya sendiri dalam bahasa inggris kan?..Thanks
hey. bagus banget ceritanya, pengen deh koleksi untuk anak nanti . Memang perubahan adalah menjadi yang baru, yang kadang luput adalah untuk apa kita berubah, kalau untuk membahagiakan orang lain tapi diri sendiri tersiksa maka itu merupakan pengorbanan, sampai sejauh mana kita bisa... Alangkah lebih baik mengubah sudut pandang kita dalam mengamati permasalahan. Kalo hanya menyuruh orang berubah itu mudah, bagaimana kalo kita yang disuruh berubah, baru merasakan.. Ya udah deh.. Komennya kepanjangan.. Maaf mba.. :)
mbak dee, saya kebingungan nih cari emailnya mb dee,akhirnya diputuskan untuk nulis disini aja.
saya mau usul nih mbak,berhubung mbak dee ama suami masi newlyweds,gimana kalo kalian ikutan the amazing race asia yg ke 4?jadi team buat wakil nya indonesia mbak.duh,ngga tahu nih,pgn bgt dewi lestari yg bisa ngewakilin indonesia,seems fun aja gt.pasti bisa deh.di season yg lalu ngga ada peserta dr indonesia kan,di season kemarennya lg kinaryosih ngga sampe jauh2 juga.ayoo dong mbak,apply buat the amazing race asia yaah.cuma usul sih.semoga dipertimbangkan yaah :)
thx
best regards, Iyan
mbak dee,apa kabar nya?sukses yah buat rectoveronya,keren abis.
btw,saya sedikit kesusahan buat carinya emailnya mb dee,akhirnya diputuskan untuk lewat komen aja.hehe
aku mau usul nih mbak,berhubung mb dee dan suami masi newlyweds kan,gimana kalo honeymoon nya ikutan amazing race asia aja?kan seru tuh mb.sekalian ngewakilin indonesia doong.saya jamin deh,u can do good disana.indonesia pasti bangga punya wakil eorang dewi lestari.termasuk saya yg pengen banget liat mb dewi bisa jd salah satu kontestan di amazing race.ayo mbak dewii,apply dong buat amazing race asia 4!
coba diomongin sama suami juga mbak,siapa tau juga mauu..
ayo ayoo..go dew lestari for amazing race asia 4..
best regards, Iyan :)
ini tulisan yang amat menarik. ternyata dongeng semacam ini juga sindiran bagi orang2 yg anti-perbedaan, mereka yang merasa harus mengubah orang2 yang dianggap "tidak benar", padahal orang2 itu hanya "tidak sama" dengan kita.
btw, utk buku sy, gratis ongkos kirim ke manapun, mbak. termasuk ke tempat di luar solo:)
Bener banget Mbak Dee,
kadang kita "atas nama cinta, kebaikan,agama, dan any label lainnya" memaksakan/meminta/mengharapkan orang/mahluk lain untuk berubah seperti yg kita mau.
Padahal semua sebenarnya hanya permainan dari pikiran kita semua, ilusi yg ada.
Sy pun sering merasa jadi orang yg seperti itu hehehe, ntar lama2 akhirnya kalo gak bisa spt yg saya mau, akhirnya saya jadi pusing sendiri, padahal sejatinya lebih damai kalo kita bisa melihat/menerima sesuatu sebagaimana adanya.
Sabbe satta bhavantu sukkhitata.
Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
~Im3th~
haha..bener tuh..kita sibuk mengoreksi atau mengkritik orang untuk begini..begitu.. agar sesuai dengan kita..padahal kita dulu yg semestinya berubah..
tapi klo kucing sewarna-warni wilbur begitu lucu juga ya..
Wah, bagusnya. :) Jadi pengen baca juga. Tapi sy kadang2 ga bisa menangkap makna yang tersembunyi di balik sebuah cerita, huhu.
Mbak dee...bnr bgt ya, kita suka berkelakuan spt winnie pdhl seharusnya kita benahi diri sendiri dulu deh.
Oiya, link nya aku masukin ke websiteku,gpp ya..tenkyu..
salam mbak dee....
terima kasih sekali telah berbagi cerita ini di dalam blog mbak.
saya jadi tersadar atas apa yang saya lakukan pada orang lain. terkadang saya hanya memaksakan secara halus keinginan saya dalam bentuk saran dan teguran kepada mereka. saya tak sadar itu semua malah menyeret jauh pribadi mereka dari yang sesungguhnya.
pelajaran seperti ini selalu luput dari pengamatan kita setiap hari. memang kebaikan selalu datang dari hal yang tidak pernah kita duga maupun sadari sebelumnya.
terima kasih mbak..
terima kasih...
Makasih Teh buat sharing pengalaman ini, entah mengapa saya menjadi bahagia membacanya
Waduh keren banget nih bundel dongengnya :)
Hmmm... buku anak-anak. Favoriy saya. Sampai kapanpun. Saya suka sekali membaca buku anak-anak. Mulai Pippi si Kaus Kaki Panjang sampai Momo. Kesukaan saya. Saya pernah menulis khusus untuk buku anak ini di ruang tengah, judulnya Mimpi. Saya juga punya obsesi yang sama lho, mbak... pengin menulis buku anak-anak. kaykany itu memang level yang paling sulit. :)
Soal Kisah Winni Sang Penyihir ini, saya jadi ingat kisah Nasrudin Hoja. Suatu hari ada seorang yang datang pada Nasrudin mengeluhkan rumahnya yang teramat sempit.
"Nasrudin," katanya, "rumahku sempit sekali. Aku tak tahan tinggal di rumah itu. Di sana aku tinggal dengan istri dan tiga anakku. masih juga ditambbah orang tuaku dan orang tua istriku. Betapa sempitnya rumah kami. Bisakah kau membantuku?"
"Baiklah," kata Nasrudin, "Bawalah sepasang bebek milikku ini. Peliharalah di dalam rumahmu. Seminggu kemudian, datanglah padaku."
Seminggu berlalu orang itu datang dengan wajah yang kusut. Mengeluh lagi.
"Rumahku tambah sempit saja, Nasrudin. Aku semakin pusing dan bingung. Kau punya solusi lain?" Katanya.
"Oh, begitu ya. Kalau begitu bawalah sepasang keledaiku ini, peliharalah di dalam rumahmu. Seminggu kemudian datanglah padaku."
"Baiklah." Sahut orang itu karena percaya Nasrudin yang terkenal sebagai penasihat ulung.
Seminggu berlalu, orang itu datang dengan wajah yang lebih kusut lagi.
"Aku sudah tak tahan lagi, nasrudin." Katanya. "Rumahku seperti neraka!"
"Baiklah," kata Nasrudin Hoja, "Sekarang kembalikan sepasang bebekku. Seminggu lagi datanglah padaku."
Seminggu kemudian, orang itu datang dengan wajah yang berseri-seri. "Sekarang rumahku jadi agak luas, wahai Nasrudin. Tapi aku masih tak betah di sana."
"Baiklah, sekarang kembalikan sepasang keledaiku. Seminggu lagi datanglah padaku."
"Baik." Jawabnya.
Seminggu kemudian, dia datang dengan wajah gembira dan sangat verseri. "Guru Nasrudin, rumahku kini luas sekali. Aku serasa tinggal di surga saja! Aku senang sekali."
Kira-kira ceritanya begitu. Kita tak perlu mengubah banyak hal, mungkin kita perlu mengubah cara pandang kita aja.
Kalau kelak ketemu, saya akan ceritakan kisah ini pada Keenan. Hehehe
saya suka buku anak-anak. Ayo keenaan cepat besar, biar bisa baca sendiri yang lebih seru-seru!
mbak Dee open minded skali ya.. seorang penulis yang lapang menerima bahkan masih mempromosikan penulis lain yang mbak kagumi. Semoga sukses ya Mbak..
Saya jadi tertarik utk membaca tulisan mbak mell novel/karya nulis yg uda mbak hasilkan.
sbnrnya sy uda tau ketenaran karya mbak dari dulu cuma sy msh blm tertarik utk memulainya krn belum jatuh cinta dg pribadinya mbak.. he3.. n skarang jawabannya??
what's wrong with captain underpants sis?
:P
I'm happy that Keenan likes Winnie and most of all, that it received approval from his mother ;-)
(I finally learned how to become a good aunty,huh? It took long time....but it's getting there,hehe)
I read "Jonathan Livingstone Seagull"...and it's one of the book I'd like to give to Keenan one day...maybe in a few years time.
XXX
To Iyo:
Fascinating to know that you actually know Fahd in person :) Akar setahu saya masih ada di toko buku, tapi untuk lebih pastinya bisa pesan direct ke Yeni/Syaeful di 08122141015.
To Lis:
Saya membacakan buku Winnie-nya dalam Bahasa Inggris, karena cuma itu versi yang saya punya.
To Iyan:
Hehe, makasih usulannya. I'm not sure if I'm "Amazing Race" material, though.
To Fahd:
Saya suka sekali cerita Nasrudin-nya. Ternyata kita sama2 penggemar Pippi :) Yep, bagi saya pribadi, tantangan menulis buku anak sangatlah menarik. It's my Everest in writing :)
To Tante Tri:
I actually love Captain Underpants, but well, perhaps I'll wait 2-3 years till Keenan could read them. The humor is too good to be presented as bedtime stories. Wakakak!
Miss you!
Thank you all!
~ D ~
Sekarang, akhirnya saya berani menulis komentar.
Cerita anak memang ajaib. Saya dulu jatuh cinta pada si Petit Prince-nya St. Exupery, lalu ke si Pippi kaus kaki panjang sebelum kemudian kejeblos ke dunia pewayangan.
Cinta pada buku anak kemudian hilang saat saya kenal Wiro Sableng pada masa SMP dan novel2 saat SMA. Sekarang saya menyukai Paulo Coelho dan sedang ngidam Shusaku Endo, tanpa pernah bisa menikmatinya.
Tanah Sulawesi tempat saya tinggal jauh dari pusat peradaban. Jauh dari toko buku dan perpustakaan, maksudnya. Jadilah saya hanya bisa ngiler mendengar perahu kertas mulai berlayar...Filosofi Kopi mengharum dan rectroverso mengalun. BUkan apa, gak mungkin beli..... BIsa tau ada buku baru juga karena internet. Dulu pada zaman Supernova masih orok... sejak Ksatria, putri dan BIntang jatuh, Akar sampai Petir (buku andalan saya hingga sekarang), tulisanmu jadi salah satu penguras bujet nomor satu (itu kan era saya masih mahasiswa yang miskin abadi!). Ironisnya waktu sekarang sudah punya duid..... malah gak isa beli.. Sedihnya
Terimakasih banyak,
Setelah postingan tentang si Winnie ini
paling tidak saya punya bahan renungan selama seminggu di otak saya!
Bagus ya bukunya....
Mungkin pengarang nya juga terinspirasi dari sana lalu dia bikin buku untuk anak-anak, supaya kelak anak-anak tidak seperti orang dewasa yang seperti Winnie... huhuhu!! jadi inget diri sendiri nih. hikz!
to mba dee,
cerita ini kembali mengingatkan saya kepada pepatah "jika kita sulit merubah lingkungan maka ubah kita atau cara pandang kita sehingga tetap positif dalam bersikap". ya...pepatah inilah yang selama ini menjadi cambuk saya untuk bersikap dan bertingkah laku terhadap orang-orang di sekitar kita. dan setelah membaca cerita Winnie ini semakin memberikanku semangat untuk terus melakukan perubahan sikap ke arah yang lebih baik lagi.
thanx
Thank you Arie... sebetulnya bisa juga kok beli langsung, silakan hubungi Yeni di 08122141015.
Mudah2an bisa tetap mengikuti karya2ku ya :)
Thank you juga semua untuk yang sudah mampir dan komentar tentang Winnie.
~ D ~
Yup.sudah lama aku tau, bahwa kadang wisdom hadir dari hal-hal yang sederhana saja...
watta life...
bisa minta si penyihir abakadabra blog-ku biar berubah warna-warni jadi mudah dikenali, hehe
Mbak Dee, sy br pertama kali buka blog (ih, norak y?!?!). dan entah kenapa, blog pertama yg sy buka adalah blog anda. ketemunya cerita Winnie the Witch pula! pas dengan suasana hati yg lagi gundah.
anakku laki-laki, 8 tahun, kls 2 SD. sdh kira2 seminggu ini, setiap malam, mulai dari msk kamar sampai menjelang pagi, dia ke kamar kecil bisa 12 kali!!! cemas kan?! tdnya sy fikir, faktor kesehatan belaka, cuaca dingin dll, dsb. tp suatu malam dia terisak-isak di tempat tdrnya. bth waktu lama utk bisa mengorek cerita (anak laki2, gengsi tinggi, klw g ditanya cerewetnya minta ampun dgn khayalan2nya, pas ad mslh dia g mw crt).
intinya, dia stres diganggu teman2nya, hingga seringkali menangis tanpa suara. "toplesku penuh" istilah dia untuk menggambarkan isi di dadanya. mw meledak, tp g bisa. jd dia tanpa sadar, menuntut lingk teman2nya untuk bisa sesuai dengan maunya dia. ketika ternyata tdk cocok, dia kecewa, sedih, marah. itulah penyebab dia akhirnya sering diganggu. targetnya cm 1, supaya dia marah.
"aku mau pukul mrk, tapi ibu blg aku cuma boleh membalas pukulan jika dipukul duluan. tp teman2 g mukul cuma ngejek. trus ibu blg lagi, aku g boleh pukul anak perempuan, pdhl yang mulutnya rese suka ngata2in y anak2 perempuan. aku cuma bs mengepalkan tangan sampai jd putih semua."
sy peluk dia, mbak dee. kuat2. sy beri dia kata2 untuk menguatkan. d tempat tdr, diam2 sy menangis di pelukan suami sy. semua kesalahan ada di sy, mbak. sayalah yg selama ini menjadi Winnie, dan berusaha membuat dia jadi hijau dan pelangi di mata saya. sehingga tanpa sadar, dia melakukan hal yang sama dengan lingk teman2 sekolahnya.
selama 3 hari mulut sy berbusa, mbak. terus memberi masukkan yg positif untuknya. alhamdulillah, sdh 3 hari terakhir tdr malamnya lancar. kalaupun msh ke kmr kecil, msh dalam batas normal krn hawa memang dingin. tp sepertinya, kalimat2 motivasi ini akan berlangsung lama, hingga dia tegak dada dan pede lagi seperti dulu. makasih ya, mbak.
Wah ! asyik juga ceritanya dan pelajaran yang diperoleh dari buku ini.
I might fine one for my kids. Though there are already teenagers, they will still love to read this book. Thanks for sharing the story.
Dee, thx buat referensinya ya. I'll buy it for my son.
Saya baca semua tulisan2 Dee, yang di buku maupun blog (sampai suami saya binun, Dee punya berapa blog ta??! hehe). Malah pas kuliah dulu - agak norak sih - suka nempelin kliping wawancara Dee di tembok, biar bisa dibaca berulang2. Kekuatan kata2 Dee selalu menyihir sekaligus mencerahkan.
Kalo kesampaian ketemu, saya pasti bikin blog yang senafas dengan Dee. Selama ini cuma onani, tulisan2nya disimpen sendiri.
Kalo blog sekarang nafasnya pendek2, kelak untuk yang satu lagi seperti ambil nafas panjang gitu.
Tapi harus ketemu Dee dulu *praying*
hi mba dee
salam kenal ya mba meskipun saya masih smp tapi saya sangat skua dengan karya mba loh mba dee dapet inspirasinya dari mana, dan mba dee sejak kapan mulai menulis, oh ya mba dee syarat nya apa sih untuk jadi seorang penulis seperti mba dee.
terimah kasih from: sourters@ymail.com
Hai Sanggita,
Wah terharu sekali mendengarnya. Moga2 sukses dengan blog barunya nanti. Dan moga2 suamimu nggak tambah binun :)
Untuk Supriyadi: bisa dilihat saja di label "Writing & Writership" atau dilihat di blog Dee Interview tentang "Menulis dan Proses Kreatif", di sana saya banyak mengulas dan menjawab pertanyaan seputar menulis. Semoga membantu.
To: Mama Abi, thank you banget sharingnya. It's very touching. Hope you have a wonderful mothering life! :)
Thank you all,
~ D ~
to mama abi... duh sy beneran terharu bu.. wah jarang ada ibu yg mau mengalah mengakui kesalahan-nya hehehe semangat ya bu abi pasti jadi anak yg hebat...
jadi pengen beli....
salute, masih bisa mendongeng buat si kecil.....semoga tambah sukses mbak
Sebagai ibu 3 orang anak rasanya udah lama baget aku gak meluangkan waktu untuk bacain buku cerita untuk mereka,padahal mereka sering banget lo minta di bacain,tapi ...(zzzzzzzt) ngantuk..setelah baca si winnie ritual itu perlu di adakan lagi..thank mb Dee
( aku "pengikut" baru nih )
Pegen belajar nulis dari mb dee...
Sepertinya bagus bukunya Mba Dee. Membaca cerita anak-anak kadang-kadang masih saya lakukan hingga usia yang sudah kepala dua ini,hahaha. bagi saya, itu adalah charger untuk mimpi dan impian saya. Buku kegemaran saya : The Golden Book of Fairytales
mba dee, kalau tidak keberatan, saya mau copy post ini ke blog saya. terima kasih sebelum nya.
duh, kemana saja ya dirikuw...
ko baru sekarang buka blognya seorang dewi dee..
Ya sud lah.. mulai sekarang mo rajin2 nengok blog ini, ngerasa betah sih..
buku bergambar memang menarik. tapi saya lebih ke ilustrasi nya sih .. :)
Aq sayang bgt ma mbak Dee.., sumber inspirasiku yg terbaik hingga detik ini. Aq turut sedih dan sedikit tdk stuju atas perpisahan mbak dgn suami terdahulu (aq ga ingin spt penyihir yg memaksakan kehendak ke kucingnya). Tapi aq yakin, ga ada yg kebetulan di muka bumi ini. Smoga qt saling belajar ya mbak.., smoga mbak Dee ga menjadikan Kenaan spt kucing itu yach... Yang terpaksa diubah menyesuaikan diri dgn papa barunya... Peace mbak, aq hanyalah salah satu fans berat mbak yg sedikit kecewa atas keputusan terbesar mbak dulu..
Halo Mba Dee apa kabar? kita ketemu di Grand Indonesia pas acara-nya Rectoverso.
Saya sudah baca buku ini, dan bela-belain beli lewat Amazon.com setelah baca tulisan Mba Dee ini, ilustrasinya bagus banget, dan kisahnya juga sederhana tapi mengena.
Saya baca bolak-balik dan gak bosen-bosen kalo mau tidur...:)
mrs.dee.....winnie the witchnya t.o.p b.g.t!!!!!!!!!!!!!!!, tangkyu banget udah mau bagi2 cerita ke kita....., aq berharap banget mrs.dee bisa cepet2 bikin buku anak- anak kya winnie the witch....hehehe, serius!!!! aq tunggu...( ngancem nie ;p) salam maniezzz ma Keenan, do you know....Keenan beruntung banget, bagaimanapun juga Keenean punya orang tua yang hebat.....
Hai Evi,
Ya ampun. Sampai beli ke Amazon? :) Wow. Tapi kayaknya nggak dijual di sini, sih. Saya juga dibelikan teman saya di luar negeri. I'm glad you like it, though. Ilustrasinya memang dahsyat banget. Dari mulai sarang laba-laba sampai baju-baju Winny yang berserakan, semua digambarkan begitu hidup dan mendetail.
To Onix: Thank you! Saya pun berharap sama, someday pingin sekali bisa bikin cerita buat anak-anak. Semoga bisa terwujud :)
~ D ~
"Melihat Wilbur yang menderita, Winnie pun merasa sedih. Wilbur adalah segalanya bagi Winnie. Tapi ia malah membuat Wilbur sengsara karena kehendaknya sendiri."
"sehubungan dengan warna gandum...."
(The Little Prince)
So wonderful..
May I link to this post on my facebook?
It would be very nice to share.. Thanks a lot. :)
Hai R_n_D,
Silakan di-share. Semoga bermanfaat. Terima kasih.
~ D ~
Ms Dee yang (sekali lagi) mengagumkan,
boleh saya bertanya satu hal? Walaupun mungkin tidak ada relevansinya dengan artikel ini. Namun saya baru membacanya saat terbersit pertanyaan ini.
Seberapa lamakah Anda membuat suatu buku, atau novel? Dan apakah saat Anda membuatnya, cerita tersebut sudah memiliki kerangka dan bentuk-bentuk yang kokoh?
Karena saya sedang berusaha membuat novel fantasi untuk anak-anak; atau dewasa-muda, atau remaja, entahlah bagaimana mengklasifikasikannya. Tapi saya membuatnya dengan waktu sangat lama: nyaris dua tahun! Dan ceritanya belum selesai juga. Karena saya terus mengalami metamorfosis dalam pembuatan cerita tersebut, tidak henti-hentinya berubah dan berubah dan berubah. Tidak fokus.
Saya mengharapkan sekali jawaban Anda, serta saran-sarannya jika ada. Karena saya ingin sekali menjadi seorang penulis; seperti Anda, yang kata-katanya selalu memukau saya.
Terima kasih atas perhatiannya. Maaf bila mungkin hal ini menganggu Anda. Tapi sekali lagi, terima kasih.
.akib.
Halo Akib,
Saya pun bukan penulis cepat. Untuk novel, saya bisa menghabiskan waktu 8 bulan - 1,5 tahun untuk menulis. Faktornya memang banyak, bukan hanya karena metamorfosis kepenulisan kita, tapi karena kesibukan, kemalasan, dll. Atau terselingi proyek menulis lain.
Satu2nya saya pernah bereksperimen menulis relatif cepat adalah ketika saya menghidupkan kembali "Perahu Kertas" (dee-55days.blogspot.com), novel yang sempat mati suri delapan tahun, dan akhirnya saya tulis ulang dalam waktu 60 hari kerja. Dan sampai hari ini, "Perahu Kertas" memegang rekor sebagai novel terpanjang yang pernah saya tulis. Jadi apakah mungkin menulis cepat? Pengalaman saya membuktikan: iya.
Untuk referensi, bisa di-google e-book dari Steve Manning yang mengajarkan orang membuat buku dalam waktu 14 hari. Barangkali tidak semua buku bisa di-treat persis sama. Tapi kita memang harus berhati2, kadang2 'perubahan' menjadi excuse bagi pikiran kita untuk menunda atau memperlama sebuah proses. Dan metode seperti Steve Manning bisa menjadi acuan baru yang mudah2an bisa mengatasi hambatan tadi.
Ms Dee,
Terima kasih sekali atas jawabannya. Sangat, sangat membantu saya. Memberi inspirasi dan motivasi. Pelajaran yang Anda berikan telah membantu saya untuk bersabar dalam mengolah kata-kata; sekaligus memberi wejangan untuk tidak menunda apa yang sebaiknya kita lakukan segera.
Sekali lagi, terima kasih sekali. Apa yang tersirat di sini sama sekali tidak menyuratkan rasa terima kasih saya yang begitu besar. Sungguh! Apa yang Anda tulis begitu berarti bagi saya. Sangat, sangat berarti.
Saya mohon doa Ms Dee semoga saya dapat menyelesaikannya segera. Sehingga saya bisa menjadi seorang novelis mengagumkan seperti Ms Dee juga. Tetap berkaya, Ms Dee! Saya sungguh menyukai kisah-kisah Anda. Sangat memukau sekali.
Sekali lagi, dari lubuk hati saya yang paling dalam, terima kasih, Ms Dee, karena telah memberi sebuah panduan bijaksana.
Dear Dee,
thank you for bringing me daily inspirations with all your writings on this blog.
By the way, I hope someday I can make illustration for your children book.
I post some of my drawings here:
http://tudelia.deviantart.com/
thanx, Dee!
Salam, Dee, aku baru baca tulisanmu yang ini. sampai kapan kau menjajah pikiranku untuk terus mengiyakan apa yang kau tulis......sangat dalam dan sangat mempengaruhi banyak tindakanku. thanks
izin share ya..
wah wah wah .. Mbak dee, saya minta ijin ya .. saya menaruh alamat web tulisan Mbak Dee yang ini di notes fb saya ... semoga berguna untuk kita semua yang membacanya ,... terus terang saya juga punya mimpi untuk bisa membuat lagu anak2 krn prihatin melihat anak2 sekarang yang bernyanyi lagu orang dewasa , ada kisah lucu, waktu saya sedang berada di dalam toilet sebuah mal dan sedang menjalankan "ritual" di sebelah bilik toilet saya mendengar suara imut2 bernyanyi lagu dari grup band UNGU ... "ku mencintaimu lebih dari apapun, meskipun tiada satu orangpun yang tahu, ku mencintaimu sedalam dalam hatiku, meskipun engkau hanya kekasih gelapku" , bahkan anak itu mengajarkan lagu tsb kepada susternya ... dan waktu saya dengar saya hanya bisa tersenyum dan prihatin ... sementara waktu saya kecil lagu yg saya tahu balonku ada 5, lihat kebunku, pelangi pelangi, dan lagu2 ciptaan ibu kasur yang tidak ada huruf r nya (yg baru setelah saya besar baru saya sadari) ... mengenai buku winnie sang penyihir saya punya opini yang terbentuk krn saya mengalaminya sendiri .. betapa saya hidup di "neraka" selama 2 tahun karena saya menjadi seorang winnie sampai2 hampir ada korban nyawa ... "Manusia itu bukan anjing atau binatang, kalo anjing bisa kita rante kalo dia ga mau keluar, lah kalo orang, dipasung pun masih bs kabur, di Alcatraz aja bs kabur, lagian ngapain ngubah2 orang, itu sama aja kaya kalo kita mau mindahin gunung Fiji ke Jakarta, mending kita ubah cara pandang kita ke orang itu ... janga pake alasan demi kebaikan dia .. kalo mang demi kebaikan dia ... walopun kita ga setuju dgn tindakan ataupun keinginan dia .. kita cuma perlu berada di sampingnya aja, seandainya in the end, dia mendapat masalah ataupun sedih krn pilihan yg dia ambil, at least dia tahu kalo dia bs datang ke kita " life is as simple as that tapi kadang otak n keegoisan kita yg ruwet (yg kita atas namakan sayang atau demi kebaikan)itulah yang bikin hidup jd rumit ...
mbak Dee... saya belajar banyak dari tulisan-tulisan mbak dee. Dan satu hal penting yang bisa saya dapatkan. "Kebijaksanaan"
Post a Comment